Artis Betawi Bak Daun Salam

Ada yang mengatakan kalau seniman Betawi hanya diperlukan pada saat ulang tahun Kota Jakarta. Setelah itu, mereka disisihkan. Itu pula yang diungkapkan Bolot, artis kelahiran Jakarta. "Kita (artis Betawi) ini seperti daun salam," kata sosok kocak yang acap nggak nyambung setiap diajak ngomong itu. Artinya, kalau mau membuat nasi uduk, daun salam pasti dicari-cari orang. Tapi, belum juga nasi uduk mateng, daun salam sudah dibuang. "Ibaratnya, gitu dah," tutur Bolot dalam sebua...

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Juni 2002, 20:41 WIB
Ada yang mengatakan kalau seniman Betawi hanya diperlukan pada saat ulang tahun Kota Jakarta. Setelah itu, mereka disisihkan. Itu pula yang diungkapkan Bolot, artis kelahiran Jakarta. "Kita (artis Betawi) ini seperti daun salam," kata sosok kocak yang acap nggak nyambung setiap diajak ngomong itu. Artinya, kalau mau membuat nasi uduk, daun salam pasti dicari-cari orang. Tapi, belum juga nasi uduk mateng, daun salam sudah dibuang. "Ibaratnya, gitu dah," tutur Bolot dalam sebuah acara perayaan hari Ultah ke-475 Jakarta, baru-baru ini. Kendati demikian, para artis Betawi tetap bersyukur atas rezeki yang dilimpahkanNya. Senyuman dan rasa senang masih terpancar dari wajah mereka. Malih, yang juga hadir dalam perhelatan itu, kontan menceritakan pengalamannya semasa kecil di Ibu Kota. "Dulu, waktu kecil saya suka maen ayam-ayaman. Anak zaman sekarang mah sudah jarang maen yang gituan," kata Malih agak kecewa. Tak hanya permainan bocah yang mulai hilang di tanah Betawi. Makanan khas Jakarta juga sudah sulit ditemukan, tergeser dengan produk impor. Namun, soal makanan Betawi, Mpok Nori dan Omas memiliki cerita seru tentang makanan favorit mereka. Kedua artis bersuara lantang ini mengaku sempat mabuk setelah mengkonsumsi gadung--makanan khas Betawi sejenis kerupuk dari umbi-umbian. "Malu gua, mabok gara-gara makan gadung," kata Omas sambil memamerkan mulutnya yang lebar. Wah, "kasus" neh!

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya