Meraba "The Next Spiderman" ISL 2015, Siapa Masuk Bursa?

Tentu menarik meraba siapa saja calon kiper terbaik di ISL tahun ini. Siapa saja mereka?

oleh Rejdo PrahanandaDiterbitkan 14 Maret 2015, 06:30 WIB
Logo ISL 2015

Liputan6.com - Gelaran ISL direncanakan bergulir pada 4 April 2015 mendatang. Menarik menghitung komposisi pemain terbaik mulai dari lini depan hingga tembok pertahanan terakhir alias kiper.

Musim 2014, seperti telah diulas, Deniss Romanovs selaku penjaga gawang Pelita Bandung Raya (PBR) keluar sebagai penjaga gawang terbaik dari segi statistik. Tentu menarik meraba siapa saja calon kiper terbaik di ISL tahun ini. Siapa saja mereka?

Mantan pemain Timnas Wales, Gary Speed sempat mengeluarkan pernyataan, kiper termasuk tulang punggung tim. Blunder kiper menurut mendiang pemain legenda itu ikut mengubah hasil pertandingan.

"Setiap pemain pernah melakukan kesalahan, namun ketika penjaga gawang yang melakukan kesalahan, hasilnya akan memengaruhi pertandingan. Itulah risiko penjaga gawang."

Penilaian kiper terbaik tentu bukan hanya mampu menahan bola dan menghalau serangan, tetapi juga ikut memainkan skema dalam strategi pelatih.

Peran yang kembali populer berkat penampilan seorang Manuel Neuer saat membela Jerman di Piala Dunia 2014. Trend tersebut menuntut seorang penjaga gawang 'ikut bermain' dalam taktik yang dijalankan di lapangan.

Praktis, seorang penjaga gawang selain piawai dalam urusan shot-stopping, juga dituntut untuk memiliki kemampuan distribusi bola mati dan kontrol bola yang baik agar dapat menerima dan memainkan bola dalam situasi open play.

Penyedia data statistik, Labbola meliris empat nama calon kiper terbaik yang tampil di ISL 2015.  Siapa pantas mendapat julukan The Next Spiderman?

Selanjutnya>>


1

Kurnia Meiga (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kurnia Meiga

Kiper utama Tim Nasional (timnas) Indonesia ini membuktikan bahwa dirinya memang layak menjadi pilihan terdepan di skuat Garuda. Membela Arema Cronus, Entong, sapaan akrabnya, membukukan catatan clean sheet terbanyak di LSI 2014 yakni 12 kali.

Selain itu, pemain jebolan Diklat Ragunan ini juga memiliki rataan jumlah kebobolan per pertandingan terbaik dengan 0,78 gol per pertandingan, atau total 18 gol dari 23 kali tampil membela Singo Edan. Catatan ini dilengkapi lagi dengan rata-rata 2,8 penyelamatan per pertandingan yang dilakukan Kurnia Meiga berkat refleks cekatan yang dia miliki.

Lanjut Baca:

Sayangnya, semua catatan positif tersebut sedikit ternoda oleh sifat temperamen yang dimiliki penjaga gawang berusia 24 tahun ini. Total tiga kartu kuning dan skorsing dua pertandingan plus denda 50 juta menjadi bukti konkret Meiga kurang mampu mengontrol emosinya. Tiga kartu kuning  itu memaksa Meiga absen di pertandingan semifinal ketika Arema Cronus dikalahkan Persib Bandung. Sedikit kekurangan ini yang menjadi tantangan untuk Meiga menatap ISL 2015. Jika mampu memperbaiki kekurangannya tersebut dan tampil di setiap pertandingan Arema Cronus, bukan tak mungkin Entong akan mempertajam catatan clean sheet yang ia bukukan musim lalu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya