Menguak Kegagalan Persib Raih Poin Penuh di Myanmar

Persib Bandung sempat unggul lebih dulu dari Ayeyawady United.

oleh Antonius HermantoDiterbitkan 12 Maret 2015, 14:46 WIB
Ayeyawady Vs Persib (AFC)

Liputan6.com, Yangon - Bertandang ke stadion Thuwanna YTC milik Ayeyawady United pada Rabu (11/3/2015), Persib justru berhasil menguasai pertandingan sejak awal. Namun, lemahnya adaptasi terhadap cuaca yang sangat panas di Yangon membuat tim tamu gagal mempertahankan konsistensinya hingga menit akhir.

Faktor cuaca ini yang coba dimanfaatkan tim tuan rumah untuk balik menguasai pertandingan saat lawannya kelelahan. Namun, eksekusi yang kurang baik dari Ayeyawady United di akhir pertandingan memaksa mereka gagal meraup poin penuh di kandang sendiri.

Maung Bandung menurunkan skema permainan yang sama seperti saat melawan New Radiant di Stadion Si Jalak Harupat dengan skor telak 4-1.

Dari segi komposisi pemain memang tidak banyak berubah. Duet pelatih Emral Abus dan Djadjang Nurdjaman masih tetap dengan formasi 4-3-2-1. Trio  Atep Rizal, Makan Konate, dan Muhammad Ridwan ditempatkan segaris di belakang striker tunggal, Tantan.

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/826899/big-portrait/030656000_1426137157-Formasi_dan_Pola_Pergerakan_pemain_Persib.png


Pertahanan Ayeyawady

Ayeyawady United (Themnl)

Garis pertahanan rendah Ayeyawady United

Berstatus sebagai tim tuan rumah, Ayeyawady United justru memainkan garis pertahanan rendah dengan menumpuk banyak pemainnya di barisan pertahanan sendiri dan membiarkan tim tamu menguasai permainan sejak awal laga. Skema yang diterapkan Ayeyawady United ini membuat Persib kesulitan dalam menembus pertahanan tim tuan rumah.

Tercatat dari sembilan tembakan yang dilakukan oleh Persib di babak pertama, empat diantaranya berhasil diblok oleh dinding pertahanan Ayeyawady United. Selain itu, pertahanan tim tuan rumah juga berhasil melakukan 22 sapuan dan 29 intersep.


Lini depan Persib

Pemain Persib Bandung Tantan (Herman Zakharia/Liputan6.com)

Buruknya kombinasi pergerakan lini depan Persib

Tantan mencoba mengkompensasi kesulitan Persib dalam menembus barisan pertahanan Ayeyawady United dengan memberikan opsi pergerakan ke kedua sisi lapangan untuk membuka ruang dan menarik pemain bertahan lawan dari kotak penaltinya. Namun, manuver yang dilakukan Tantan ini tidak ditindak lanjuti dengan baik oleh rekan-rekan setimnya untuk mengisi ruang yang telah diciptakannya di kotak penalti.

Hariono dan Dedi Kusnandar yang berperan sebagai double pivot bermain terlalu dalam, sehingga membuat Makan Konaté harus jauh turun ke belakang untuk menjemput bola dan membangun serangan. Hal ini yang membuat Makan Konate sering kali terlambat masuk ke kotak penalti lawan meskipun Tantan telah berhasil membuka ruang dengan manuver pergerakannya.

Lanjut Baca:

Atep sering kali menusuk ke tengah, namun pergerakannya tidak langsung menuju ke bagian sentral dari kotak penalti. Sedangkan M. Ridwan cenderung statis di sisi kanan dengan maksud membantu Supardi yang rajin naik untuk membantu serangan dalam melepaskan umpan silang. Sayangnya, skema di sisi kanan Persib ini tidak berjalan baik. Supardi menjadi pemain yang paling banyak melepaskan umpan silang, yakni sebanyak 11 kali. Namun, hanya 27% dari total umpan silang yang dilesakkan berhasil diterima oleh rekan setimnya. Di penghujung babak pertama, akhirnya M. Ridwan memberikan sebuah manuver pergerakan yang menghasilkan gol bagi Persib di laga itu. Makan Konate dengan cermat melepaskan umpan vertikal langsung ke kotak penalti setelah melihat M. Ridwan memberikan opsi pergerakan menusuk dari sisi kanan lapangan. Kemudian, M. Ridwan dengan segera melepaskan umpan tarik ke Tantan yang berada di sentral kotak penalti. Tantan yang menerima bola tepat di depan gawang berhasil menarik perhatian para pemain bertahan Ayeyawady. Dia langsung melepaskan umpan ke Atep yang berdiri bebas di sisi kirinya. Dengan tenang Atep berhasil mengkonversikannya menjadi gol.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya