Kiat Deddy Corbuzier Menembus Pasar Sulap Dunia

SULAP dunia punya tambahan rujukan baru. Karya sulap terbaik dunia yang tadinya cuma sembilan, kini menjadi sepuluh setelah Deddy Corbuzier menambahnya lewat <i>Free Will</i>. Buku yang diluncurkan pesulap Indonesia Maret silam, itu bahkan diakui pesulap tenar kelas dunia, seperti David Blaine, David Copperfield, dan Jeff McBride, sebagai rujukan permainan sulap mereka. <i>Free Will</i> sekaligus membuat obsesi Deddy menembus pasar sulap dunia, kesampaian. &quot;Di Amerika Serikat, <i>Free Wi...

oleh Liputan6Diterbitkan 16 April 2004, 13:53 WIB
SULAP dunia punya tambahan rujukan baru. Karya sulap terbaik dunia yang tadinya cuma sembilan, kini menjadi sepuluh setelah Deddy Corbuzier menambahnya lewat Free Will. Buku yang diluncurkan pesulap Indonesia Maret silam, itu bahkan diakui pesulap tenar kelas dunia, seperti David Blaine, David Copperfield, dan Jeff McBride, sebagai rujukan permainan sulap mereka. Free Will sekaligus membuat obsesi Deddy menembus pasar sulap dunia, kesampaian. "Di Amerika Serikat, Free Will diterima sebagai sesuatu yang bisa menambah pendidikan dunia sulap," kata Deddy. Free Will berisi satu dari tiga konsep permainan sulap yang telah diciptakan Deddy, selain Nocturnal Book Test dan Deprofundis. Free Will juga yang membuat Deddy dianugerahi Thaumista Magic Community (Komunitas Pesulap Internasional) sebagai The Best Asian Mentalist of the Year 2003. Lewat Free Will, Deddy diundang unjuk kebolehan di Las Vegas. Dia juga berkolaborasi dengan Jeff McBride menampilkan Burning Alive di Art Center Bali, Februari silam. Acara ini bakal menjadi puncak dari sebuah tayangan di National TV, Las Vegas, 23 Mei 2004. Dalam Burning Alive, Deddy dan McBride berdiri di tengah kobaran api. Menurut Deddy, acara digelar di Bali supaya nuansa Indonesia-nya terasa. Dalam tayangan itu, McBride menjadi host-nya. Sebaliknya, untuk tayangan di Tanah Air, pesulap yang pernah menebak headline sebuah surat kabar terkemuka di Indonesia ini akan menjadi host dalam pertunjukan McBride. "Konon, acara ini [Burning Alive] belum pernah dilakukan di Asia," kata anggota International Brotherhood of Magicians yang pernah mengendarai mobil sejauh 15 kilometer dengan kecepatan 80 km per jam di jalan raya Jakarta dengan mata tertutup ini.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya