4 Fakta Baru Grafik Timnas U-19 Terus Meningkat

Tapi pelatih Fachry Husaini belum puas. Dia meminta lebih dari para pemainnya.

oleh Rejdo PrahanandaDiterbitkan 03 Maret 2015, 12:38 WIB
Timnas U-19 vs Persib (Faisal R Syam/Liputan6.com)

Liputan6.com, Timnas U-19 besutan Fachry Husaini terus menunjukkan grafik menanjak. Teranyar, tim Garuda menekuk Jember United dengan skor 3-1 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Senin (2/3/2015) kemarin.

Pola 4-3-3 tetap menjadi dasar permainan, tapi agaknya, pelatih Fachry ingin melakukan eksperimen dengan melakukan banyak pergantian pemain dibanding ketika melawan Persib U-21. Menghadapi juara Piala Suratin U-18 itu, organisasi permainan mereka lebih baik. Tentu, ini menjadi modal bagus sebelum tampil di ajang  sesungguhnya, AFF U-19 akhir tahun nanti.

Namun, Fachry merasa kemenangan itu bukan apa-apa. Sang arsitek meminta semua pemain berkontribusi. “Mereka harus bisa tampil lebih percaya diri lagi. Harus bisa berkomunikasi lebih baik lagi dengan sesamanya. Dan saya rasa ini masalah jam terbang, mereka harus lebih diberikan banyak kesempatan,” ujar mantan pemain PKT Bontang itu.

Setidaknya, terdapat 4 faktor yang membuat Timnas U-19 bermain lebih meyakinkan. Salah satunya, kontur lapangan Singaperbangsa yang lebih baik dari Siliwangi. 

Berikut alasan Timnas U-19 mampu menunjukkan peningkatan ditinjau dari 4 aspek, berikut paparannya>>


Performa Antarlini

Timnas U-19 vs Persib (Faisal R Syam/Liputan6.com)

Empat kuartet bek, M Rifad, M. Rifad, M. Syukron, Bagas Adi Nugroho, dan M. Rizky Ramadhan. Mampu memberikan kenyamanan lebih pada kiper Panggih Prio yang dipasang menggantikan posisi Awan Seto.

Bagas Adi yang bertindak sebagai kapten tim bermain lugas di lini belakang. Tercatat, Bagas melakukan tiga kali intersep dan sekali sapuan. Sedangkan, rekan duetnya, Syukron mampu melakukan lima kali sapuan. Berkaca dari angka tersebut, boleh dibilang, kedua bek tersebut tampil cukup atraktif melindungi barisan belakang.

Beralih ke barisan tengah, trio M. Rafif, M. Ikhsan, dan Ferdian Wahyu bermain efisien untuk membangun serangan dan melayani tiga penyerang. M. Rafif jadi gelandang yang paling sering melepaskan umpan sukses, yakni sebanyak 25 kali. Dia juga mampu memenangkan duel udara sebanyak enam kali untuk membuat timnya menguasai bola.

Sementara itu, di barisan depan, walau tidak mencetak gol, pemain Timnas U-19 warisan Indra Sjafri, Dimas Drajad punya potensi menjadi striker reguler. Faktanya, dengan postur tubuh yang tinggi besar, dia bisa diandalkan menerima crossing. Dia menunjukkan, memiliki kerja sama bagus dengan Riyanto dan Firmansyah yang bermain lebih melebar.

Lanjut Baca:

Selanjutnya>>

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya