Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali terkoreksi pada perdagangan saham Kamis ini. Faktor politik dalam negeri menjadi sentimen negatif yang direspons pelaku pasar.
Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, saat ini pasar sedang fokus pada lolos uji kelayakan calon Kapolri Budi Gunawan. Lantaran calon tersebut sebelumnya telah dinyatakan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Pasar kelihatannya mengantisipasi lolosnya fit and proper test calon Kapolri yang merupakan tersangka KPK. Apakah ini babak baru cicak dan buaya," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Kamis (15/1/2015).
Dia mengatakan, hal tersebut tak sesuai dengan ekpekasi masyarakat akan adanya pemerintahan Presiden Joko Widodo yang bersih dari praktik KKN. "Ekpektasi kita pemerintahan bersih KKN," tegasnya.
Dia mengatakan, IHSG diprediksi bergerak pada level support 5.145-5.113. Sedangkan resistance pada level 5.200-5.225.
Advertisement
Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko menilai, rencana pemerintah menurunkan harga Premium dari Rp 7.500 ke Rp 7.000 di Februari dapat memberikan angin segar. Hal ini dapat menahan tekanan IHSG. Ia pun memprediksikan, IHSG akan berada di level support 5.165-5.090-5.040 dan resistance 5.251-5.350-5.451.
"Rekomendasi akumulasi saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak indeks saham untuk menunggu breakout ke new high," kata Yuganur.
Untuk akumulasi saham, dia merekomendasikan beli ketika rendah atau buy on weakness PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Dia juga menyarankan jual ketika menguat atau sell on strength saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Global Mediacom Tbk (BMTR). "Kita jualan dulu yang naik," tandas Hans. (Amd/Ahm)