Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih melemah seiring tekanan bursa saham global dan aliran dana investor asing.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG berpotensi menguji level support 5.151 dan target resistance di level 5.247. Saat ini, IHSG berada di fase konsolidasi pada perdagangan saham Kamis pekan ini.
Advertisement
"IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Potensi terjadi technical rebound masih cukup besar, dan tekanan terjadi masih kategori terbatas," ujar William dalam ulasannya, Kamis (15/1/2015).
Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG bakal melemah di kisaran 5.140-5.181 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.
Sementara itu, Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menuturkan, IHSG masih berpotensi melemah seiring ada potensi aksi jual masih terus berlanjut dan sentimen global yang kurang baik. Selain itu, pelaku pasar juga menunggu rilis Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
"IHSG akan berada di level support 5.140-5.149 dan resistance 5.186-5.232 pada perdagangan saham Kamis pekan ini," kata Reza.
Rekomendasi Saham
William memilih sejumlah saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar. Saham-saham itu antara lain PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Sedangkan Reza memilih saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), dan PT Lautan Luas Tbk (LTLS).
Rekomendasi Teknikal
Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko memilih saham PT Astra International Tbk (ASII) untuk dicermati pelaku pasar. Menurut dia, konsolidasi minor untuk meredakan aksi jual di saham ASII berpotensi berubah ke pembentukan minor uptren menuju Rp 7.375.
Ia merekomendasikan masuk di level pertama saham ASII di kisaran Rp 7.125, level kedua Rp 7.075 dan cut loss point Rp 7.025. (Ahm/)