Liputan6.com, Jakarta Fariz RM ditangkap lagi pada Selasa dini hari (6/1/2014) di rumahnya di kawasan Bintaro Tangerang Selatan, terkait kasus penggunaan narkoba. Ini bukan kali pertama ia ditangkap tangan menggunakan narkoba.
Sebelumnya, Fariz RM pernah juga tertangkap kasus penyalahgunaan narkoba pada 28 Oktober 2007. Pada saat itu Fariz terjaring razia polisi, dari tangannya kedapatan 1,5 linting ganja seberat 5 gram yang disimpan dalam bungkus rokok.
Advertisement
Dibalik kisah kelam ini, Fariz RM adalah seorang seniman yang jenius. Kalau anda adalah seorang remaja di era '80-an, pasti mengidolakan sosok Fariz RM. Tak cuma ganteng dan modis, Fariz RM merupakan penyanyi dan pencipta lagu terkenal yang selalu mencetak hits.
Tak banyak penyanyi yang menyanyikan sendiri lagunya. Salah satunya adalah Fariz RM. Hampir semua lagu yang dinyanyikannya menempati posisi teratas chart lagu Indonesia kala itu. Padahal di zamannya, musik yang diusung Fariz RM tergolong paling modern.
Dari penampilan, Fariz RM terlihat paling trendi di era 80-an. Ia pun selalu tampil dengan keytar, keyboard yang dibopong seperti gitar. Kata keytar sendiri berasal dari kata keyboard dan gitar. Saat itu, bisa dibilang Fariz RM lah yang pertama menggunakan keytar yang memang baru dirilis pada awal 80-an.
Hebatnya, Fariz menguasai semua alat musik. Bahkan album-album yang dihasilkannya, Fariz RM selalu menggunakan sistem rekaman overdubbed. Jadi Fariz RM memainkan berbagai instrument, seperti keyboard, gitar, bas, bahkan drum sendirian.
Fariz meluncurkan album solo keduanya pada 1980, bertajuk `Sakura`. Sebagai catatan, album pertama Fariz belum sempat dirilis.
Di saat Indonesia deman musik balada yang mendayu-dayu, Fariz RM menghadirkan musik yang berbeda, dance. Fariz menonjolkan aransemen brass section sebagai detil aksentuasi dan teknik bernyanyi falsetto.
Fariz RM jugalah yang memicu bermunculan musik fusion di Indonesia. Fusion adalah genre musik yang memadukan jazz dan rock.
Selama 25 tahun berkarya, dari 1978 hingga 2003, Fariz RM telah menghasilkan 20 album solo, 72 album kolaborasi, 18 album soundtrack dan 27 album dimana ia berperan sebagai produser. Di tambah lagi 13 album internasional yang dirilis di Eropa dan Asia Pasifik.