Penjelasan Pessotto Soal Tragedi Bunuh Diri

Manajer Juventus, Gianlucca Pessotto, coba menjelaskan perihal tragedi jatuhnya dia dari gedung markas Juventus dua tahun silam. Walau demikian, penjelasan Pessotto masih belum membuka seutuhnya tabir misteri seputar tragedi tersebut.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Desember 2008, 00:00 WIB
Masih ingat tragedi yang menimpa Gianluca Pessoto dua tahun silam. Saat itu, mantan pemain Juventus ini ditemukan dalam kondisi parah, lantaran jatuh dari atap suatu bangunan. Diduga Pessotto berusaha untuk mengakhiri hidupnya setelah namanya tersangkut dalam skandal calciopoli (Baca: Gianluca Pessotto Kecelakaan).

Kini setelah dua tahun kejadian tersebut berlangsung, Pessoto coba menjelaskan apa yang mendorongnya melakukan hal seperti itu. Sayangnya, penjelasan yang diberikan belum juga membuka selubung misteri kejadian yang sempat mengganggu persiapan pemain-pemain Timnas Italia untuk Piala Dunia tersebut.

“Semua yang kulakukan di lapangan seolah menghilang. Saat itu, saya seperti menerima tendangan di kepala belakang, tanpa tahu dari mana tendangan tersebut berasal. Saya seperti seorang korban dari jaksa yang sedang dikejar-kejar karena diriku merupakan pribadi paling bersalah. Semua orang yang kulihat seperti setan atau Madonna,” papar Pessotto kepada La Stampa.

Ia meneruskan: “Saya terbangun di markas klub, dan ingin segera pulang. Saya mematikan lampu dan terbangun delapan atau sembilan hari setelahnya. Saat diriku bangun, seorang psikiater menjelaskan semuanya padaku. Saya tidak dapat makan selama tiga atau empat hari, sembari berusaha memahami apa yang telah terjadi.”

Dan, “Saya masih tidak dapat memahami mengapa diriku melakukan hal seperti yang telah terjadi di markas (Juventus). Mungkin bagiku, itu adalah tempat yang paling aman. 

Masih dari Juventus, pernyataan menarik dilontarkan Gennaro Gattuso. Pemain yang sejatinya berada di kubu rival Juve, menjagokan Bianconerri untuk menyabet gelar scudetto di akhir musim.

“Kami ketinggalan sembilan poin (di belakang Inter Milan), dan sangat berat untuk berjuang merebut scudetto. Jika saya harus mendukung salah satunya, maka itu adalah Juventus karena mereka telah melalui masa-masa sulit dan mampu keluar dari saat-saat tersebut dengan hasil yang baik,” ucap Gattuso seperti dikutip Goal.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya