Liputan6.com, Jakarta 2 dokter lokal meninggal dunia karena Ebola di Sierra Leone pada Jumat lalu (5/12/2014), demikian yang dikatakan oleh sumber dari pemerintah dan rumah sakit sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (8/12/2014).
"Kami terpukul atas pendarahan petugas layanan kesehatan kami," kata salah satu anggota senior Kementerian Kesehatan.
Advertisement
Meskipun begitu, tidak ada pengumuman resmi tentang siapa saja dokter yang meninggal tersebut. Tetapi, sebagian besar sumber menyebutkan bahwa dokter tersebut bernama Dr Dauma Koroma dan Dr Thomas Roger.
Penyebaran Ebola ke para dokter ini bisa dibilang aneh. Pasalnya, seperti apa yang dialami Felix Baez, dokter asal Kuba yang juga tertular Ebola tetapi telah sembuh, ketika mengobati pasien para relawan kesehatan mengenakan pakaian khusus.
Tidak jelas bagaimana orang-orang itu terinfeksi karena mereka tidak bekerja di garis depan dalam pengobatan Ebola. Maksudnya, para dokter ini tidak terlalu sering berinteraksi dengan mereka yang terkena virus, dan sekali lagi, kalaupun berinteraksi mereka mengenakan pakaian khusus.
Sierra Leone sendiri berjanji untuk menyumbang keluarga yang ditinggalkan karena berjuang melawan Ebola.
Sebagai informasi tambahan, angka terbaru dari WHO menunjukkan bahwa virus Ebola telah menewaskan hampir 6.200 orang, terutama di Liberia, Sierra Leone dan Guinea.