Roma dan Lazio Didesak Tinggalkan Olimpico

Selama ini Stadion Olimpico identik dengan AS Roma dan Lazio. Dalam waktu dekat sepertinya tidak lagi. Jawatan Kota Roma memerintahkan agar kedua klub ibukota itu segera berbenah untuk meninggalkan salah satu stadion terbesar di Italia tersebut.

oleh Liputan6Diterbitkan 19 Oktober 2008, 06:21 WIB
AS Roma dan Lazio selama ini identik dengan Stadion Olimpico, salah satu stadion sepakbola terbesar di Italia. Tetapi dalam waktu beberapa tahun ke depan sepertinya hubungan stadion yang dibangun pada 1936 itu dengan klub ibukota tersebut tampaknya akan segera bercerai.

Pasalnya, baik Roma maupun Lazio didesak untuk angkat kaki dari Olimpico yang bisa dikatakan sebagai stadion paling banyak mengukir sejarah panjang sepakbola dan olahraga pada umumnya di ranah Italia. Bukan karena alasan sudah tidak lagi layak, tapi desakan pindah lebih disebabkan perubahan yang sedang menggelinding.

Walikota Roma, Gianni Alemanno berharap Roma dan Lazio bisa membangun stadionnya sendiri karena Italia ingin meniru model yang berkembang di Inggris. Di Italia, stadion-stadion besar pada umumnya merupakan milik pemerintahan daerah. Selain Olimpico, San Siro yang menjadi markas AC Milan dan Inter Milan juga merupakan stadion milik pemerintah.

Lazio sudah berpikir panjang. Biancoceleste sudah mengusung rencana memiliki stadion baru yang merupakan aset sendiri, pun demikian dengan Giallorossi. Alemanno yakin rencana tersebut baik buat semua pihak. Sementara untuk Olimpico, ke depannya Olimpico jadi home-base Timnas Italia, seperti Stadion Wembley di Inggris.

“Olimpico tidak boleh hanya jadi satu-satunya stadion di wilayah Roma,” kata Alemanno sebagaimana dirilis Goal. “Olimpico harus dikembalikan fungsinya sebagai Stadion Nasional--seperti Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Itu hanya jika Lazio dan AS Roma berpindah markas dan memiliki stadion mereka sendiri daripada berbagi markas.”

Presiden Lazio, Claudio Lotito juga punya pemikiran serupa dan mendukung rencana tersebut. “Proyek pengadaan stadion merupakan garis kebijakan dan kebutuhan klub. Dampak—positifnya—kami jadi bisa membangun komunitas lokal—pendukung klub,” kata Lotito.

Selain Lazio, Juventus juga merupakan satu dari klub papan atas di Italia yang berencana memiliki stadion sendiri. Ide Juve bahkan telah ditindaklanjuti mendesain fisik anyar yang akan menggantikan Delle Alpi, stadion yang sudah dimiliki Juve sepenuhnya. Pembangunan berjalan kembali setelah tersendat akibat kegagalan Italia menjadi tuan rumah Euro 2012 dan diharapkan rampung dalam empat tahun ke muka.

Inter dan Milan juga bersiap untuk pindah dari San Siro. Ironis memang empat klub terbesar di Italia itu masih berbagi markas dengan tim lain. Bola bergulir tidak hanya untuk klub teras. Sampdoria dan Genoa juga sedang membahas untuk meninggalkan Stadion Luigi Ferraris atau Marassi, markas mereka dalam beberapa tahun ke belakang.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya