Bagi sebagian fans Jerman, kekalahan yang diderita skuad asuhan Juergen Klinsmann (saat itu) dari Argentina di babak semifinal Piala Dunia (PD) 2006 yang digelar di Signal Iduna Park, Dortmund, 4 Juli 2006 lalu tidak terlepas dari absennya Torsten Frings.
Gelandang pekerja keras yang bermain bersama Werder Bremen ini dijatuhi sanksi larangan bertanding dua partai menyusul ulahnya di babak perempat final melawan Argentina.
Karena kemampuannya untuk bermain di semua posisi di lini tengah, Frings tetap menjadi pemain andalan Tim Panser di era Joachim Loew yang mengambil alih jabatan dari Klinsmann pada 12 Juli 2006.
Sampai datangnya babak kualifikasi PD 2010 yang dimulai awal September lalu. Gara-gara cedera Loew mencoret Frings dari skuad Jerman saat bertanding menghadapi Liechtenstein (6/9) dan Finlandia (10/9).
Kesempatan bagi Frings—22 November mendatang genap berusia 32 tahun—untuk memperkuat timnas kembali datang ketika Loew memanggilnya ke dalam skuad yang berlaga melawan Rusia (11/10) dan Wales (15/10). Akan tetapi, dalam dua pertandingan tersebut, Frings kehilangan tempatnya di starting line-up. Loew lebih memercayai midifelder Bayer Leverkusen, Simon Rolfes yang baru berusia 26 tahun.
Pemain yang sempat memperkuat Bayern Muenchen selama semusim ini (2004-05) hanya tampil sebagai pemain pengganti di laga lawan skuad Guus Hiddink. Itupun hanya berdurasi tujuh menit. Bahkan, ketika Jerman dengan susah payah mengatasi perlawanan gigih Craig Bellamy dkk Rabu lalu, Frings hanya duduk bengong di bangku cadangan.
Karena itu seperti yang dilansir Reuters, Frings memberikan sinyal jika ia mulai menimbang untuk meninggalkan Tim Panser. “Saya berpikir untuk pensiun dari gelanggang internasional,” tegas Frings seperti yang dikatakannya kepada harian terkemuka Jerman, Bild, Jumat (17/10).
Frings membantah jika keputusannya itu lebih disebabkan rasa sakit hatinya terhadap Loew yang tidak memedulikannya. “Bukan begitu. Dalam beberapa hari terakhir, mata hati dan pikiran saya mulai terbuka,” akunya.
Sejak memulai debutnya di laga Jerman vs Prancis, 27 Februari 2001, sampai saat ini Frings telah menoreh rekor bermain bersama timnas dalam 78 pertandingan (caps) dan mencetak 10 gol. Akankah catatan Frings berakhir di angka 78?
Menyimak komposisi lini tengah Tim Panser saat ini, boleh jadi Frings menyadari jika Loew lebih memercayai tenaga yang lebih fresh. Selain Ballack dan Frings, barisan gelandang yang dipanggil Loew rata-rata berusia 24-26 tahun.
Gelandang pekerja keras yang bermain bersama Werder Bremen ini dijatuhi sanksi larangan bertanding dua partai menyusul ulahnya di babak perempat final melawan Argentina.
Karena kemampuannya untuk bermain di semua posisi di lini tengah, Frings tetap menjadi pemain andalan Tim Panser di era Joachim Loew yang mengambil alih jabatan dari Klinsmann pada 12 Juli 2006.
Sampai datangnya babak kualifikasi PD 2010 yang dimulai awal September lalu. Gara-gara cedera Loew mencoret Frings dari skuad Jerman saat bertanding menghadapi Liechtenstein (6/9) dan Finlandia (10/9).
Kesempatan bagi Frings—22 November mendatang genap berusia 32 tahun—untuk memperkuat timnas kembali datang ketika Loew memanggilnya ke dalam skuad yang berlaga melawan Rusia (11/10) dan Wales (15/10). Akan tetapi, dalam dua pertandingan tersebut, Frings kehilangan tempatnya di starting line-up. Loew lebih memercayai midifelder Bayer Leverkusen, Simon Rolfes yang baru berusia 26 tahun.
Pemain yang sempat memperkuat Bayern Muenchen selama semusim ini (2004-05) hanya tampil sebagai pemain pengganti di laga lawan skuad Guus Hiddink. Itupun hanya berdurasi tujuh menit. Bahkan, ketika Jerman dengan susah payah mengatasi perlawanan gigih Craig Bellamy dkk Rabu lalu, Frings hanya duduk bengong di bangku cadangan.
Karena itu seperti yang dilansir Reuters, Frings memberikan sinyal jika ia mulai menimbang untuk meninggalkan Tim Panser. “Saya berpikir untuk pensiun dari gelanggang internasional,” tegas Frings seperti yang dikatakannya kepada harian terkemuka Jerman, Bild, Jumat (17/10).
Frings membantah jika keputusannya itu lebih disebabkan rasa sakit hatinya terhadap Loew yang tidak memedulikannya. “Bukan begitu. Dalam beberapa hari terakhir, mata hati dan pikiran saya mulai terbuka,” akunya.
Sejak memulai debutnya di laga Jerman vs Prancis, 27 Februari 2001, sampai saat ini Frings telah menoreh rekor bermain bersama timnas dalam 78 pertandingan (caps) dan mencetak 10 gol. Akankah catatan Frings berakhir di angka 78?
Menyimak komposisi lini tengah Tim Panser saat ini, boleh jadi Frings menyadari jika Loew lebih memercayai tenaga yang lebih fresh. Selain Ballack dan Frings, barisan gelandang yang dipanggil Loew rata-rata berusia 24-26 tahun.