BBM Naik, Ini Keluh Kesah Penjaja Mobil Bekas

Kenaikan harga BBM di kisaran Rp 2 ribu - Rp 3 ribu rupiah tak ditampiknya bakal memengaruhi prospek bisnis mobil bekas ke depan.

oleh Gesit PrayogiDiterbitkan 06 November 2014, 11:30 WIB
(Foto: Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar bersubsidi nampaknya bakal mempengaruhi penjualan mobil bekas. Tak cuma omzet yang turun, sejumlah penjaja mobil bekas ritel pun diprediksi gulung tikar.

Diungkapkan Manajer Senior Pemasaran WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, kenaikan harga BBM di kisaran Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu rupiah tak ditampiknya bakal memengaruhi prospek bisnis mobil bekas ke depan.

"Angka penjualannya bisa turun sebesar 10 persen. Bahkan akan me-reduce cukup banyak," katanya kepada Liputan6.com melalui sambungan telepon.

Tak cuma itu, Herjanto pun meyakini, sejumlah penjaja mobil bekas ritel bakal tutup toko seiring naik harganya BBM subsidi. "Penjual mobil bekas di luar WTC Mangga Dua yang stand alone pasti tewas," imbuhnya yakin.

Dia menggarisbawahi, kondisi bisnis mobil bekas yang sedang bergejolak saat ini menuntut para pemainnya untuk cerdas. Herjanto menyarankan agar tak menjual mobil-mobil yang sepi peminat, seperti roda empat lansiran Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

"Mobil-mobil sedan, SUV besar dan MPV besar juga kurang diminati pembeli," ujar Herjanto. Dalam catatannya, penjualan mobil bekas bulan lalu berkisar di angka 2.500 unit.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya