Liputan6.com, Medan: Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB Mabmi) menegaskan tak terlibat dan berhubungan dengan Gerakan Deli Merdeka (GDM). Anggota PB Mabmi juga tak pernah menyelenggarakan pelatihan militer bersama separatis Gerakan Aceh Merdeka di Aceh Timur. Demikian ditegaskan Sekretaris Jenderal PB Mabmi O.K.H. Saidin di Medan, Sumatra Utara, baru-baru ini.
Saidin menegaskan, hingga kini, Mabmi yang juga didukung Organisasi Kemasyarakatan Melayu tetap menginginkan Sumut berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, PB Mabmi secara resmi membuat pengaduan ke Kepolisian Daerah setempat agar GDM diusut. Selain itu, Mabmi mengimbau agar warga Melayu tak terpancing isu dan ajakan GDM.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Penerangan Polda Sumut Ajun Komisaris Besar Polisi Amrin Karim membenarkan telah menerima pengaduan PB Mabmi tersebut. Kini, Polda masih melakukan penyelidikan kasus GDM dan tengah mengumpulkan data dari berbagai sumber.(ICH/Panogari Panggabean dan Amal Rambe)
Saidin menegaskan, hingga kini, Mabmi yang juga didukung Organisasi Kemasyarakatan Melayu tetap menginginkan Sumut berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, PB Mabmi secara resmi membuat pengaduan ke Kepolisian Daerah setempat agar GDM diusut. Selain itu, Mabmi mengimbau agar warga Melayu tak terpancing isu dan ajakan GDM.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Penerangan Polda Sumut Ajun Komisaris Besar Polisi Amrin Karim membenarkan telah menerima pengaduan PB Mabmi tersebut. Kini, Polda masih melakukan penyelidikan kasus GDM dan tengah mengumpulkan data dari berbagai sumber.(ICH/Panogari Panggabean dan Amal Rambe)