Tidak ada satu pun klub di liga utama di Eropa yang sanggup enam kali berurutan tampil juara, dan Lyon memperpanjang jadi tujuh kali. Poin akhir Lyon berjumlah 79 atau unggul empat poin dari peringkat kedua yang ditempati Girondins Bordeaux.
Tandang ke Stade de l’Abbe-Deschamps, Lyon sejatinya aman dengan hasil imbang. Namun pelatih Alain Perrin tetap menurunkan kekuatan terbaik. Hasilnya, babak pertama baru berjalan beberapa detik Lyon sudah membuka skor. Bekerjasama dengan Fred, Karim Benzema menggetarkan gawang Remy Riou melalui tendangan dari jarak sekitar 16 meter. Gol ke-20 Benzema dan menempatkannya sebagai top skorer Ligue 1.
Kemenangan Lyon digandakan Fred di menit ke-10. Menerima umpan silang Kader Keita di tiang jauh, striker Brasil itu menyambutnya dengan tendangan volley yang tidak mampu dijangkau Riou. 2-0 Lyon unggul. Lyon kian percaya dan nyaris menambah keunggulan sebelum turun minum. Tendangan jarak jauh Juninho Pernambucano membentur mistar gawang. Di samping itu penyelamatan Riou menggagalkan tembakan Anthony Reveillere.
Les Gones kembali menguasai jalannya permainan di babak kedua. Belum genap delapan menit selepas jeda Kim Kallstrom mengoyak gawang Auxerre untuk ketiga kalinya. Gol sundulan tajam Kallstrom tercipta meneruskan umpan silang Reveillere dari sayap kanan. Merasa aman Lyon mengendurkan tekanan dan gol hiburan tuan rumah tercipta menit ke-78 melalui tendangan voli Fredric Thomas.
Lyon memiliki peluang menorehkan rekor mengoleksi dua gelar sekaligus dalam musim. Lyon berlaga di final Piala Prancis atau Coupe de France menghadapi Paris Saint Germain, Sabtu, 24 Mei.
Sementara Bordeaux yang bertandang ke Stade Felix Bollaert bermain imbang 2-2 dengan tuan rumah Lens. Dua gol Bordeaux dilesakkan Fernando Cavenaghi (65) dan David Bellion