Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH sedih atas fakta yang menyebutkan, 100.000-an masyarakat Indonesia terkena kanker payudara.
Di Indonesia, kanker payudara merupakan penyebab kematian paling tinggi pada wanita selain kanker mulut rahim. Hingga kini, kata Menkes, jumlahnya terus bertambah.
Maka itu, wanita diminta untuk lebih waspada terhadap penyakit menakutkan ini, dan lebih pintar dalam menjaga diri agar terhindar dari kanker payudara.
Dikutip dari Health Me Up, Senin (13/10/2014), Konsultan Bedah Oncoplasty dari Hinduja Healthcare Surgical, Mumbai, Dr C. Koppiker menjelaskan fakta-fakta yang harus diketahui seorang wanita tentang kanker payudara;
Advertisement
1
1. Wanita di usia dua puluahn memiliki kesempatan yang relatif kecil mengidap kanker payudara. Peluang untuk dapat mengembangkan kanker payudara adalah 0,44 persen atau 1 dari 225 wanita dibandingkan dengan wanita yang berusia lebih dari 50 tahun.
2. Sejumlah faktor menyadi penyebab terjadinya kanker payudara. Biasanya, diakibatkan oleh penyakit gaya hidup;
- Kebiasaan makan yang tidak benar
- Kurang olahraga
- Kelebihan berat badan
- Kurangnya pemberian ASI
2
3. Gen BRCA bertanggungjawa untuk sekitar 5 persen dari semua kanker payudara. Sebagian besar wanita mengidap kanker payudara pada awal kehidupannya. Sebagian besar kanker payudara akibat genetik ini terjadi sebelum usia 50 tahun.
4. Untuk menghindari risiko mengidap kanker payudara, seorang wanita harus melakukan sejumlah hal;
- Punya anak sebelum usia 30 tahun
- Memberikan ASI eksklusif selama 6 sampai 12 bulan
- Berolahraga secara teratur selama 45 menit sehari.
- Menjaga berat badan pada tingkat yang ditentukan untuk usia individu tertentu
- Konsumsilah makanan yang tepat, sayuran berdaun hijau, wortel, dan banyak buah.
- Hindarilah konsumsi makanan cepat saji dan makanan berkalori tinggi.
5
5. Perubahan gaya hidup ke arah yang lebih baik dapat mengurangi risiko mengidap kanker payudara . Seperti disebutkan konsumsilah makanan yang tepat, olahraga yang teratu, hindari stres dan lebih penting lagi mengubah reaksi Anda terhadap stres.