Lebih Baik Siapa, Van Gaal Atau Moyes?

Publik mulai membandingkan kinerja van Gaal dengan David Moyes di Old Trafford.

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 23 September 2014, 08:03 WIB
Wayne Rooney dan Louis van Gaal (Sky Sports)

Liputan6.com, Manchester - Louis van Gaal menjadi sorotan karena belum mampu membawa MU tampil gemilang di awal musim ini. Pasalnya, dari lima laga yang dijalani, Setan Merah hanya meraih lima poin.

Catatan itu membuat publik mulai membandingkan kinerja van Gaal dengan David Moyes. Ironisnya, Moyes mampu menunjukkan kualitas lebih baik karena sukses meraih tujuh poin dari lima laga pembuka.

Lalu siapa yang lebih baik menangani MU diantara dua manajer itu. Berikut ulasannya seperti dilansir Daily Mail.

Baca Juga:
5 Kekalahan Spektakuler Manchester United (I)
Jadwal Live Streaming Sepak Bola Malam Ini
Fans Chelsea Meninggal Usai Lampard Bobol Gawang The Blues


Transfer

Angel di Maria & Louis van Gaal (Dailymail)

Tahun lalu Moyes meminta CEO MU, Ed Woodward mendatangkan gelandang berkualitas dunia di Old Trafford. Sayangnya, alih-alih mendapatkan Cesc Fabregas atau Thiago Alcantara, Moyes hanya mendapat Marouane Fellaini di akhir bursa transfer.

Juan Mata pun baru didatangkan pada bulan Januari dan tidak memberi efek besar karena hanya bermain dalam 12 laga sebelum Moyes dipecat.

Berbeda dengan musim panas tahun ini karena manajemen MU sangat loyal membelanjakan uangnya. Mereka sudah mendapatkan Luke Shaw dan Ander Herrera yang bernilai 60 juta pound sebelum van Gaal hadir.

Lalu manajer asal Belanda itu pun memasukkan daftar pemain yang diinginkannya. Dan MU mewujudkannya dengan mendatangkan Marcos Rojo, Daley Blind, Radamel Falcao, dan pemain termahal di Liga Inggris, Angel Di Maria.


Taktik

David Moyes (ANDREW YATES / AFP)

Moyes menggunakan taktik 4-4-2 dalam lima laga pembuka di Liga Premier. Ini adalah taktik yang sama dengan manajer sebelumnya, Alex Ferguson.

Sebenarnya Moyes ingin menggunakan formasi dengan striker tunggal seperti yang diterapkannya di Everton, namun skuat MU tidak memungkinkannya melakukan itu. Sayangnya pola 4-4-2 menjadi rapuh setelah MU dibantai 1-4 oleh Manchester City.

Sedangkan van Gaal memulai kerjanya di MU dengan menerapkan formasi 3-5-2, sesuai dengan taktiknya bersama timnas Belanda. Namun formasi itu tidak berjalan efektif di MU dan sama sekali tidak menghasilkan kemenangan.

Van Gaal lalu mengubahnya menjadi 4-3-1-2 saat lawan QPR dan berbuah kemenangan. Namun taktik itu kembali tak teruji setelah MU dibantai 3-5 oleh Leicester City di laga terakhir.

Lanjut Baca:

Menurut suporter, gagalnya MU musim lalu tidak lepas dari pergantian pemain yang kurang efektif. Moyes terkesan bingung saat MU tertinggal dari tim lawan dan selalu membuat kesalahan dengan terlambat melakukan pergantian pemain.Sama dengan Moyes, van Gaal juga menerapkan rotasi berlebihan di MU musim ini. Salah satu buktinya adalah di laga lawan Swansea City. Masuknya Nani menggantikan Javier Hernandez dan Marouane Fellaini menggantikan Ander Herrera tidak maksimal.Van Gaal selalu memaksimalkan tiga pergantian pemain di setiap laga. Selain untuk mencoba skuat, pergantian juga dilakukan karena ada pemain yang cedera di lapangan. Sayangnya, pergantian yang dilakukan manajer asal Belanda itu juga jauh dari kata efektif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya