Kekeringan Berkepanjangan, Petani Kulonprogo Jual Bongkahan Tanah

Untuk penghasilan, petani Kulonprogo jual bongkahan tanah kepada yang membutuhkan untuk menguruk atau sebagai bahan gerabah.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 September 2014, 06:24 WIB
(Liputan 6 TV)

Liputan6.com, Kulonprogo - Sudah beberapa bulan sawah milik warga di Desa Karangsewu, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami  dan tidak bisa ditanami. Akibatnya petani pun harus memutar otak untuk mendapat penghasilan.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Senin (22/9/2014), Sebagai suatu solusi, bongkahan tanah di sawah yang mengering akhirnya dijual kepada mereka yang membutuhkan tanah untuk menguruk atau sebagai bahan gerabah.

Sulitnya mendapatkan air irigasi akibat musim kemarau juga dirasakan para petani di Tegal, Jawa Tengah. Ratusan hektar tanaman bawang rusak dan terancam mati akibat tidak mendapatkan irigasi.

Untuk mencegah agar tanaman bawangnya tetap tumbuh, para petani terpaksa menyedot air dari sumur bor dengan menggunakan mesin diesel.

Namun sejak menggunakan diesel, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli solar 2 liter per hari, serta sewa diesel Rp 50 ribu setiap hari.

Belum lagi biaya obat-obatan hama untuk mencegah ulat yang kerap muncul saat musim kemarau panjang. Pertumbuhan tanaman bawang juga tidak maksimal, lantaran kekurangan air.

Baca juga:

Air Katulampa Mengering ke Titik Nol Cm, Warga Menambang Pasir

Warga Banjarnegara Nekat Dapatkan Air Malam Hari Akibat Kemarau

Kemarau, PDAM Mulai Keruk Cisadane

(Ans)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya