Jika Terpaksa, Canizares Ikuti Jejak Albelda

Kasus gugatan David Albelda terhadap Valencia telah digelar di pengadilan. Rekan Albelda yang sama-sama dicoret Ronald Koeman, Santiago Canizares, lebih memilih cara yang lebih halus. Jika hasilnya tetap negatif, Canizares tak segan meniru jejak Albelda.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 Februari 2008, 06:10 WIB
Tak ada kesepakatan damai. Itulah yang terjadi dalam negosiasi antara kubu Valencia dengan mantan kapten tim, David Albelda. Alhasil, gugatan Albelda terhadap Los Che digelar di pengadilan akhir pekan lalu.

Bisa jadi, kasus gugatan Albelda bakal diikuti rekannya, Santiago Canizares. Kiper gaek berusia 38 tahun yang telah mengabdi di Estadio Mestalla sejak 1998 itu pun menjadi salah satu dari trio pemain yang ‘diusir’ Ronald Koeman dari skuad utama Valencia pada 20 Desember 2007 lalu.

Sampai saat ini, Canizares tetap tinggal bersama klub. Namun, mantan kiper Real Madrid itu mengaku bakal mencari klub baru di bursa transfer musim panas mendatang guna melanjutkan karirnya sebagai pesepakbola.

“Meskipun kontrak saya masih tersisa sampai akhir musim depan, saya tidak ingin lama-lama tinggal di sini. Masalahnya, seperti yang dirasakan Albelda dan (Miguel Angel) Angulo, klub tetap tidak mau bertanggung jawab (terhadap keputusan Koeman),” terang Canizares seperti yang dikatakannya kepada harian Marca. Karenanya, “Sekarang ini, saya sedang mencari cara untuk memutus kontrak saya dengan Valencia,” tegas mantan kiper Timnas Spanyol itu.

Dalam benak Canizares, lepas tangannya sikap klub itu tecermin dari tindakan Koeman dan para petinggi Los Che. “Mereka tidak dapat memberikan penjelasan atau argumentasi dari keputusan (pencoretan) itu. Saya berulangkali meminta klub untuk menjelaskan segala sesuatunya. Namun, sampai saat ini, saya tidak mendengar hal itu dari pelatih (Koeman) dan Presiden Klub (Juan Soler), baik secara terbuka (di depan publik) maupun tertutup. Bahkan, alasan pencoretan itu tak terdengar ketika kasus Albelda digelar di pengadilan,” ujar Canizares blak-blakan.

Canizares mengakui kalau sikapnya pascapencoretan tidak “segalak” apa yang dilakukan Albelda. “Ia (Albelda) punya alasan. Umurnya baru 30 tahun. Ia pun termasuk dalam barisan timnas. Lagipula, musim panas nanti Piala Eropa akan digelar. Saya ingin kepindahan saya terjadi dengan baik-baik. Meski demikian, saya tidak menutup pintu kalau kasus ini akan dibawa ke meja hijau seperti yang dilakukan Albelda. Tapi, itu jalan terakhir,” pungkas Canizares.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya