Turnamen sepakbola terakbar di Afrika segera digulirkan. Dari 20 Januari sampai 10 Februari 2008, Piala Afrika ke-26 bergulir di Ghana. Sebanyak 16 kontestan berlomba-lomba menjadi juara dari turnamen yang oertama kali digelar pada 1957 dan mulai dilombakan per dua tahun sejak 1968.
Selayaknya kontestan lain, Senegal mempersiapkan dengan maksimal skuadnya. Bisa dimaklumi mengingat Senegal memiliki kekuatan yang tidak bisa dipandang enteng oleh lawan-lawannya. Ambisi menjadi yang terbaik diusung Senegal, yang belum pernah mengecap gelar juara.
Tanggung jawab berat pun diusung pelatih Senegal berkebangsaan Polandia, Henryk Kaszperczak. Jelang kurang dari dua pekan menuju hari H, Kaszperczak mengumumkan 23 nama skuad guna mengusung taktik dan strateginya. Nama-nama beken seperti El-Hadji Diouf—sebelumnya mengancam gantung sepatu—dan Papa Bouba Diop masih menjadi tulang punggung.
Kejutan yang cukup berarti adalah pemanggilan defender yang bermain bersama Reading, Ibrahima Sonko. Secara kualitas Sonko tidak perlu dikhawatirkan namun ia sama sekali tidak menjadi bagian tim di babak kualifikasi.
Diouf dkk akan memulai aksinya pada 23 Januari. Tergabung di Grup D, lawan perdana Senegal adalah salah satu tim kuat Afrika Utara, Tunisia. Setelah itu, Angola yang secara mengejutkan lolos ke putaran final Piala Dunia 2006 dan tim kuat Afrika Selatan menunggu Lions of Teranga—julukan buat Senegal.
Skuad Senegal:
Kiper: Tony Sylva (Lille), Bouna Coundoul (Colorado Rapids) dan Cheikh Tidiane Ndiaye (Creteil).
Belakang: Habib Beye (Newcastle United), Ibrahima Faye (Troyes), Guirane Ndaw (Sochaux), Abdoulaye Diagne Faye (Newcastle United), Ibrahima Sonko (Reading), Mohamed Adama Sarr (Standard Liege), Souleymane Diawara (Girondins Bordeaux) dan Lamine Diatta (tanpa klub).
Tengah: Bayal Sall (St-Etienne), Pape Bouba Diop (Portsmouth), Ousmane Ndoye (Academica Coimbra), Malick Ba (FC Basel), Pape Waio Ndiaye (Genoa), Babacar Gueye (Metz), Frederic Mendy (Bastia) dan Modou Sougou (Uniao Leiria).
Depan: El-Hadji Diouf (Bolton Wanderers), Mamadou Niang (Olympique Marseille), Henri Camara (West Ham United) dan Diomansy Kamara (Fulham).
Selayaknya kontestan lain, Senegal mempersiapkan dengan maksimal skuadnya. Bisa dimaklumi mengingat Senegal memiliki kekuatan yang tidak bisa dipandang enteng oleh lawan-lawannya. Ambisi menjadi yang terbaik diusung Senegal, yang belum pernah mengecap gelar juara.
Tanggung jawab berat pun diusung pelatih Senegal berkebangsaan Polandia, Henryk Kaszperczak. Jelang kurang dari dua pekan menuju hari H, Kaszperczak mengumumkan 23 nama skuad guna mengusung taktik dan strateginya. Nama-nama beken seperti El-Hadji Diouf—sebelumnya mengancam gantung sepatu—dan Papa Bouba Diop masih menjadi tulang punggung.
Kejutan yang cukup berarti adalah pemanggilan defender yang bermain bersama Reading, Ibrahima Sonko. Secara kualitas Sonko tidak perlu dikhawatirkan namun ia sama sekali tidak menjadi bagian tim di babak kualifikasi.
Diouf dkk akan memulai aksinya pada 23 Januari. Tergabung di Grup D, lawan perdana Senegal adalah salah satu tim kuat Afrika Utara, Tunisia. Setelah itu, Angola yang secara mengejutkan lolos ke putaran final Piala Dunia 2006 dan tim kuat Afrika Selatan menunggu Lions of Teranga—julukan buat Senegal.
Skuad Senegal:
Kiper: Tony Sylva (Lille), Bouna Coundoul (Colorado Rapids) dan Cheikh Tidiane Ndiaye (Creteil).
Belakang: Habib Beye (Newcastle United), Ibrahima Faye (Troyes), Guirane Ndaw (Sochaux), Abdoulaye Diagne Faye (Newcastle United), Ibrahima Sonko (Reading), Mohamed Adama Sarr (Standard Liege), Souleymane Diawara (Girondins Bordeaux) dan Lamine Diatta (tanpa klub).
Tengah: Bayal Sall (St-Etienne), Pape Bouba Diop (Portsmouth), Ousmane Ndoye (Academica Coimbra), Malick Ba (FC Basel), Pape Waio Ndiaye (Genoa), Babacar Gueye (Metz), Frederic Mendy (Bastia) dan Modou Sougou (Uniao Leiria).
Depan: El-Hadji Diouf (Bolton Wanderers), Mamadou Niang (Olympique Marseille), Henri Camara (West Ham United) dan Diomansy Kamara (Fulham).