Lucy: Film Musim Panas Tercerdas Tahun Ini

Kenapa--menurut wartawan film kami--Lucy adalah film musim panas tercerdas tahun ini?

oleh Ade IrwansyahDiterbitkan 26 Agustus 2014, 16:20 WIB
Kenapa, menurut wartawan film kami, Lucy adalah film musim panas tercerdas tahun ini?

Liputan6.com, Jakarta "The first woman was named Lucy."

                --sepotong dialog di film `Lucy`--

Etiopia, 1974. Satu tim peneliti manusia purba gabungan Prancis dan Amerika Serikat yang dipimpin Maurice Taeib dan Donald Johanson menemukan ratusan fosil tulang yang sangat menarik, termasuk sebagian rangka satu individu kate, berkelamin perempuan, yang dikenal sebagai Lucy.

Lucy, yang sudah dewasa ketika mati, tingginya tak sampai 90 cm dan mirip dengan kera, dengan lengan panjang dan tungkai pendek. Ia digolongkan ke dalam manusia purba jenis Australopithecus. Lucy dikatakan hidup tiga juta tahun lalu.

Dalam sekelebatan di film ini kita bertemu Lucy sedang minum dari air sungai. Kemudian, kita juga bertemu Lucy yang hidup di zaman modern. Kita mendengarnya bermonolog, "Kita diberi kehidupan satu miliar tahun lalu. Apa yang telah kita lakukan pada kehidupan ini?"

Dengan monolog awal seperti itu, film ini, Lucy rentan menjadi sebuah esai filsafat tentang hakikat keberadaan kita, manusia, di jagad raya. Terrence Malick sudah melakukannya dua tahun lalu lewat Tree of Life (2011) yang menyuguhkan perjalanan panjang bagaimana dari ketidak-adaan menjadi ada seperti sekarang, serta hakikat kita dan Tuhan di dalamnya.

Malick menyuguhkan perjalanan sang waktu dengan gambar-gambar indah nan membingungkan.

Foto dok. Liputan6.com

Luc Besson, sineas Prancis yang antara lain sudah membuat Nikita, Leon: The Professional, dan The Fifth Element itu, tak hendak mengambil jalan rumit yang diambil Terrence Malick.

Lewat film `Lucy` ini, Besson membuktikan tontonan cerdas tak perlu merumitkan, membuat dahi berkerut dan bikin penonton kebingungan. Tontonan yang terasa cerdas bisa juga hadir sebagai kisah yang seru dan mengasyikkan.

Cerita film 'Lucy'

Bila disederhanakan, cerita film ini sejatinya sederhana saja. Seorang wanita Amerika yang tinggal di Taipei, Taiwan, bernama Lucy (dimainkan dengan baik oleh Scarlett Johansson) terjebak dalam situasi yang membuatnya harus berurusan dengan penjahat pemasok narkoba jenis baru.

Lanjut Baca:

Bersama tiga orang lain, perut Lucy diiris dan ditaruh narkoba itu di dalamnya untuk kemudian diterbangkan ke Eropa. Sial, narkobanya bocor. Alih-alih tewas, Lucy malah memiliki "kekuatan super". Ia kemudian mengatur bagaimana mendapat tiga paket narkoba lain demi bisa menyelamatkan hidupnya. Di lain pihak, gerombolan penjahat ingin pula merebut paket narkoba itu dari Lucy. Mari kita berhenti di frasa "kekuatan super". Ya, film ini bisa juga dikategorikan sebagai film superhero. Di sini, Scarlett Johansson tak ubahnya Tony Stark yang berubah jadi Iron Man atau Steve Rogers, pemuda kurus nan canggung yang berubah jadi Captain America yang kekar perkasa. Selanjutnya>>

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya