Liputan6.com, Moskow - Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu meyakinkan Amerika Serikat bahwa tidak ada personel militer negaranya dalam konvoi bantuan untuk Ukraina, Jumat kemarin.
Bahkan kepada Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel, dia menegaskan konvoi itu tidak digunakan sebagai dalih untuk intervensi Rusia lebih lanjut di Ukraina.
"Tidak ada personel militer Rusia yang terlibat dalam konvoi kemanusiaan. Konvoi juga tidak akan digunakan sebagai alasan untuk ikut campur lebih jauh di Ukraina," ujar Shoygu seperti dikutip dari BBC, Sabtu (16/8/2014).
Saat ini, konvoi yang bertujuan untuk membantu kota di Ukraina bagian timur yang dipegang oleh pemberontak pro-Rusia itu masih terhenti di perbatasan. Sebelumnya Rusia juga membantah klaim Ukraina bahwa kendaraan lapis baja Rusia telah menyeberangi perbatasan.
Sementara pihak Ukraina bersikeras melakukan inspeksi penuh terhadap konvoi tersebut. Penjaga perbatasan juga telah tiba di lokasi konvoi, namun belum ada pemeriksaan.
Kepala Operasi Palang Merah Internasional untuk Eropa dan Asia Tengah Laurent Corbaz mengatakan pihaknya akan menyertai konvoi tersebut setelah pihak Ukraina membolehkan mereka masuk.
"Truk akan diperiksa oleh petugas bea cukai Ukraina di wilayah Rusia, dan kemudian diperbolehkan masuk ke dalam wilayah Ukraina dengan orang-orang ICRC menyertai konvoi, dan kemudian membongkar suatu tempat di Luhansk, dan kembali ke Rusia," tutur Corbaz. (Sss)
Advertisement