Liputan6.com, Jakarta - Para veteran perang menitipkan pesan kepada presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi. Mereka meminta agar Jokowi mampu meneruskan perjuangan dengan membangun bangsa dan menyejahterakan rakyat.
"Saya titip rakyat. Dulu kami berjuang tanpa pamrih banyak dibantu oleh rakyat, rakyat yang menghidupi kami. Sekarang saatnya memakmurkan rakyat. Rakyat jangan sampai disengsarakan," kata Rochmat S Sasmita saat menghadiri acara peringatan Hari Veteran Nasional di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (11/8/2014).
Rochmat yang merupakan veteran dari Resimen Ronggolawe 28, Batalion 2 itu juga berharap kepada Jokowi agar mampu menjaga keutuhan NKRI. Jangan sampai ada lagi wilayah Indonesia yang memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Persatuan jangan sampai pecah belah. Antarsuku harus bersatu. Pembangunan juga perlu diteruskan karena generasi muda memerlukan itu," ucap Rochmat.
Veteran yang turut angkat senjata di wilayah Jawa Tengah itu juga meminta Jokowi menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia agar tidak dijajah kapitalis. Menurut dia, tugas generasi saat ini tidaklah sesulit generasi sebelumnya yang harus angkat senjata berperang di medan tempur demi menjadi kedaulatan bangsa.
"Jangan didikte oleh kapitalis, generasi muda teruskan jiwa patriotisme dan nasionalisme untuk menjaga kesatuan NKRI. Dulu kami niatnya sudah merdeka atau mati. Sekarang zamannya sudah enak. Mau beli apa saja bisa. Semangatnya harus lebih besar," ujar dia.
Selanjutnya, Rochmat mengingatkan agar generasi saat ini tidak melupakan perjuangan para generasi terdahulu. Ia pun kemudian mengutip sebuah kata-kata yang pernah diucapkan Bung Karno, agar rakyat Indonesia tidak melupakan sejarah perjuangan bangsanya.
"Almarhum Bung Karno berpesan, pelajarilah sejarah. Jangan lupakan sejarah. Jangan lupakan kami yang pernah berjuang," demikian Rochmat. (Sss)
Advertisement