Liputan6.com, London Penuaan adalah hal alamiah yang terjadi pada makhluk hidup. Keriput di wajah adalah efek dari penuaan proses penuaan. Fenomena budaya kecantikan yang lahir terkait hal tersebut adalah munculnya berbagai produk dan prosedur kecantikan untuk mengatasi hasil penuaan itu.
Jika sudah umum diketahui adanya prosedur untuk mengatasi keriput di wajah, maka hal baru yang kini menjadi konsumsi kecantikan di Inggris adalah prosedur untuk membuat telinga tampak lebih muda. Prosedur ini berkaitan dengan lubang tindikan.
Advertisement
Pemakaian anting dalam jangka waktu yang sangat lama berakibat pada lubang tindikan yang semakin besar dan daun telinga pun jadi lebih kendur. Menurut sebagian orang, hal ini membuat diri mereka tampak lebih tua dan mereka pun jadi kurang percaya diri karena hal itu.
Untuk mengatasi hal ini orang-orang tersebut pergi ke dokter-dokter yang melayani jasa injeksi daun telinga di mana daun telinga akan disuntik dengan hyaluronic acid. “Suntikan ke daun telinga di beberapa area akan membuat daun telinga lebih mengembang dan membuat daun telinga tampak lebih baik dalam waktu yang singkat,” ucap Dr Carolyn Berry yang pertama kali memperkenalkan prosedur ini di Inggris.
Sejak iklan prosedur ini diluncurkan, jumlah orang yang menggunakan jasa dengan harga 280 poundsterling (sekitar 5,5 juta rupiah) ini semakin bertambah dari hari ke hari. Masyarakat menyebut jasa ini dengan nama `Eartox`. Prosedur kecantikan ini kini populer di kalangan wanita usia 40 tahun ke atas.
Meski melihat banyak wanita merasa lebih percaya diri setelah melakukan prosedur Eartox, Dr Emma Mardlin mengatakan bahwa prosedur-prosedur semacam itu sesungguhnya justru memperkuat kekhawatiran wanita akan gambaran tubuh alaminya. Menurutnya hal tersebut dapat membawa seseorang pada sindrom yang disebut `Bodu Dysmorphia`, yakni sebuah sindrom di mana seseorang terobsesi dengan penampilan dan selalu merasa tak puas dengan penampilannya sehingga berusaha untuk terus mengubahnya.