Menkes: Indonesia Waspada Virus Ebola

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengungkapkan Indonesia masih aman dari virus ebola

oleh Fitri SyarifahDiterbitkan 04 Agustus 2014, 14:17 WIB
(Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Meski penyebaran virus ebola begitu cepat, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengungkapkan Indonesia masih aman dari virus tersebut.

Ditemui usai halal bihalal di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (3/8/2014), Menkes menyampaikan Indonesia masih dalam tahap waspada virus ebola. Walaupun di empat negara Afrika Barat seperti Liberia, Sierra Leone, Nigeria, Guinea sudah ditetapkan travel warning atau peringatan bepergian ke negara tersebut.

"Indonesia, hanya waspada saja. Tapi lab kita sudah siaga. Kalau ada gejala flu disana, langsung diobservasi. Namun travel warning atau pemberitahuan sudah dilakukan di Liberia, Sierra Leone, Nigeria, Guinea," katanya.

Penularan virus ebola sendiri, lanjut Menkes, perlu diperhatikan karena melalui kontak langsung melalui cairan tubuh. Beruntung, hanya sedikit orang Indonesia yang kesana. Begitu juga penerbangan langsung kesana tidak ada.

"Lalu lintas komunikasi tidak ada yang langsung. Jadi kita baru waspada. Ebola itu pernah ada di Asia, tapi setelah ditelusuri tidak membahayakan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balitbangkes Tjandra Yoga Aditama juga menegaskan bahwa hingga kini WHO belum memberikan anjuran bagi setiap negara untuk mengeluarkan kebijakan peringatan berpergian (travel warning) dalam bentuk apapun.

Kendati WHO belum mengeluarkan, dia mengakui CDC Amerika Serikat mengeluarkan semacam peringatan untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu (nonesential travel) ke 3 negara di Afrika yang tengah terjangkit wabah ebola. Tapi yang terpenting, virus ebola menular melalui kontak langsung dengan darah atau sekret tubuh, dan feses. Virus tidak menular lewat udara sehingga penularan tergolong rendah kalau hanya di jalur penerbangan.

"Pada saat ini terdapat 39 bandara internasional di 35 negara yang punya penerbangan langsung ke 3 negara terjangkit ebola. Negara-negara itu kebanyakan ada di Afrika, Eropa dan Amerika. Namun, ditegaskan, tidak ada negara di Asia, termasuk Indonesia yang mempunyai jalur penerbangan langsung ke negara terjangkit," jelasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya