Kapolda Metro Jaya Imbau Takbiran di Masjid, Jangan Keliling

Dia mengatakan, terpaksa menindak bila masih ada masyarakat yang memaksakan diri melakukan arak-arakan takbir keliling di jalanan.

oleh Widji AnantaDiterbitkan 25 Juli 2014, 15:51 WIB
Meski pemerintah sudah melarang adanya arak-arakan di malam takbiran namun sebagian anak muda tampak tidak memedulikan larangan tersebut. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Dwi Priyatno mengimbau masyarakat untuk menggelar takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri di masjid saja. Menurutnya, hal itu lebih baik daripada menggelar takbir keliling di jalanan kota.

"Sebetulnya begini, takbir yang bagus di masjid disarankan tidak takbir keliling. Karena ganggu ketertiban dan keselamatan yang bersangkutan. Jadi baiknya di tempat saja (masjid)," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Dwi Priyatno di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/7/2014).

Dia mengatakan, terpaksa menindak bila masih ada masyarakat yang memaksakan diri melakukan arak-arakan takbir keliling di jalanan. Apalagi, bila membayakan diri sendiri dan orang lain.

"Takbiran di atap mobil, iya ditindak. Kadang-kadang pakai truk juga kita larang, UU juga larang," ucapnya.

Dwi mengatakan, untuk pengamanan akan ditentukan kepada masjid-masjid yang melakukan banyak kegiatan. Selain itu, personel polisi juga akan mengamankan perayaan salat Idul Fitri.

"Kita ploting masjid yang ada kegiatan. Pengaman sampai tingkat Polsek, Pospam yang kita gelar disitu. Pengamanan salat Idul Fitri," kata Dwi. (Mut)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya