Hadapi Lebaran, Pertamina Siap Atasi Lonjakan Konsumsi Premium

Pertamina telah membentuk posko satuan tugas guna memantau tersedianya BBM serta kesiapan pelayanan kepada masyarakat mulai 1 Juli 2014.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 17 Juli 2014, 20:50 WIB
Ilustrasi Pertamina (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Konsumsi premium diperkirakan dapat meningkat signifikan mencapai 136 persen terhadap DOT pada puncak arus mudik. Hal ini menjadi salah satu yang diwaspadai PT Pertamina (Persero) terkait dengan penyaluran BBM dan LPG di masa puasa dan Lebaran.

Selain itu, Pertamina juga mengawasi kemacetan yang dapat menghambat mobilitas mobil tangki BBM dan skid tank LPG, serta kuota BBM PSO yang berkurang. Hal itu disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya.

Oleh karena itu, sesuai arahan pemerintah untuk masa puasa dan Lebaran, Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya mengatakan, pihaknya akan tetap menyalurkan BBM PSO sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Pertamina siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan terus menjaga ketahanan stok dan mempersiapkan pengelolaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG dengan baik untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pada periode arus mudik dan balik Idul Fitri 1435 H," ujar Hanung, saat acara buka puasa bersama di Hotel Kempinski, Jakarta (17/7/2014).

Pertamina pun telah membentuk Posko Satuan Tugas (Satgas) guna memantau tersedianya BBM serta kesiapan pelayanan kepada masyarakat konsumen efektif mulai 1 Juli sampai 12 Agustus 2014.

Beberapa langkah-langkah yang disiapkan oleh PT Pertamina (Persero) dalam menjamin kelancaran distribusi BBM dan elpiji adalah sebagai berikut:

1. Penambahan dan monitoring stok BBM di seluruh Terminal BBM, DPPU, dan stock built up di SPBU dan SPBBE.

2. Terminal BBM dan SPBU beroperasi penuh 24 Jam khususnya di jalur mudik mulai H-15 hingga H+15.

3. Switching tangki timbun di Terminal BBM khususnya untuk Premium.

4. Switching tangki pendam di SPBU dari Solar ke Premium / Pertamax.

5. Penambahan Mobil Tangki dan atau Switching Mobil Tangki (Solar ke Premium)

6. Menyiapkan mobil tangki (isi BBM) stand by di SPBU yang berada di jalur rawan kemacetan total.

7. Pemisahan jalur pelayanan masuk motor dan mobil serta menyediakan 117 titik SPBU Transit khusus sepeda motor.

8. Menyiapkan jalur contra flow untuk mengantisipasi stagnasi mobilitas mobil tanki Pertamina akibat kemacetan lalu lintas (bekerjasama dengan Polri).

9. Menyediakan produk BBK dalam kemasan, yaitu Pertamax dan Pertamax Plus dalam kemasan 1, 2, 5, 10, dan 20 liter, serta Pertamina Dex dalam kemasan 10 liter di SPBU yang selama ini belum menjual BBK serta di KIOSK PERTAMAX.

10. Penyediaan kantong skid tank di jalur tertentu (khususnya Pantura dan jalur Selatan), khusus di Jawa Tengah disiagakan 14 kantong skid tank.

11. Penambahan alokasi agen LPG PSO dan Non PSO dengan peningkatan 10-15 persen dari normal harian.

12. Menunjuk agen dan pangkalan Elpiji siaga dengan memaksimalkan SPBU dan minimarket sebagai etalase dan stabilisator harga elpiji 3 kg dan 12 kg.

13. Menyediakan Bright Gas (produk baru LPG) sebagai tambahan supply LPG rumah tangga.

14. Memasang spanduk ketersediaan elpiji dan harga di agen dan pangkalan siaga (termasuk SPBU).

15. Penyiagaan SPPBE di jalur mudik beroperasi penuh 24 jam sepanjang jalur Pantura, jalur Selatan, jalur Tengah, Banyuwangi, arah penyeberangan ke Bali, dan arah Merak menuju Sumatera. (Pew/Ahm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya