Angkat Kisah Cinta Hijabers, Film Ini Akan Jadi Kontroversi?

Karena kisah remaja yang diangkat adalah mereka yang berhijab, tak ayal segala tanya dan dugaan pada Hijabers in Love mengemuka.

oleh Ade IrwansyahDiterbitkan 17 Juli 2014, 14:30 WIB
Karena kisah remaja yang diangkat adalah mereka yang berhijab, tak ayal segala tanya dan dugaan pada Hijabers in Love mengemuka.

Liputan6.com, Jakarta Hari itu, Selasa, 1 Juli lalu, jadi hari yang sibuk buat Ichwan Persada. Sehari-hari ia sudah sibuk wara-wiri melakukan pekerjaan menyiapkan film baru yang turut diproduserinya, Hijabers in Love untuk tayang di bioskop sesuai jadwal tanpa kendala. Namun, hari itu, Ichwan lebih sibuk dari biasanya.

Di dunia maya, pemilik akun Twitter sama sesuai namanya itu mendadak mendapat puluhan mention dari berbagai akun Twitter lain.

Pangkal soalnya adalah sebuah akun Twitter dakwah yang mengunggah poster (tepatnya sampul adaptasi novel) film Hijabers in Love sambil bilang begini, "Ya Allah.. Kenapa hijabers dicitrakan seperti ini? Kami hijabers tidak murahan, mengobral cinta..."

Akun itu memiliki lebih dari dua puluh ribu follower. Maka, kontan followers-nya segera bereaksi.

Puluhan di antaranya me-mention Ichwan, sang produser yang juga pemilik cerita asli, dan penulis skenario sekaligus penulis novelnya, Oka Aurora.

Ichwan dan Oka menanggapi sebagian mention orang yang memprotes film `Hijabers in Love`. "Nonton dulu filmnya ya. Setelah itu silakan dinilai," tulis Ichwan menanggapi mention padanya. Oka menulis, "Maaf jika tak berkenan. Poster adalah konteks. Konten ada di isi film. Moga tak surutkan niat menonton."

Ichwan dan Oka antara lain mendapat balasan seperti ini: "Maaf ya, tapi kami sebelum nonton sudah risih dengan poster itu. Kami, hijabers, tidak mungkin seperti itu."

Foto dok. Liputan6.com

Poster Hijabers in Love
Baiklah kita mulai bicarakan dari posternya dahulu. Di poster terdapat judul "Hijabers in Love" dengan font warna-warni khas remaja lengkap dengan tanda hati pengganti titik di huruf "i" kecil pada kata "Hijabers".

Kemudian, ada potret tiga sosok di poster itu, remaja SMA terlihat dari seragam putih abu-abu yang mereka kenakan. Dua remaja cewek berhijab duduk di kursi. Seorang remaja pria berdiri di belakang kursi.

Menarik memperhatikan ke mana arah pandang ketiga sosok di poster itu. Remaja putri berhijab di sebelah kiri tampak melirik cowok di belakang kursi yang berada di tengah. Sedang remaja putri berhijab satunya lagi, yang di sebelah kanan, tampak memandang ke kejauhan. Si remaja pria yang di tengah terlihat menatap dengan wajah dingin ke depan, tak melihat dua cewek berhjijab di kanan kirinya. Jika diperhatikan pula, tak ada persentuhan cowok dan cewek di poster itu.

Lanjut Baca:

Dalam satu kesempatan di sela peluncuran novel `Hijabers in Love` di toko buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Rabu (16/7/2014), Ichwan Persada bilang poster tersebut sebetulnya sudah menjaga untuk tidak melanggar pagar-pagar norma agama. "Kalau dilihat lebih detil, poster itu tidak bermasalah," katanya. Next page: Kisah Cinta Cewek Berhijab? 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya