Liputan6.com, Jakarta - Cawapres Jusuf Kalla melontarkan pertanyaan kepada cawapres Hatta Rajasa terkait belum mampunya lembaga riset teknologi terkait, seperti Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Karena itu, menurut JK, perlu adanya sinergi dan penguatan arah penelitian, sehingga Indonesia bisa berdikari atau berdiri dengan kaki sendiri dalam mengembangkan teknologi ketimbang menerima teknologi dari luar.
"Ada yang merasa belum mampu untuk mengatasi dinamika teknologi, sehingga teknologi masuk dari luar ke kita," urai JK dalam pertanyaannya di dalam sesi tanya jawab dan menanggapi debat cawapres di ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (29/6/2014).
Menjawab hal tersebut, Hatta mengaku setuju dengan konsep menajamkan arah penelitian dan memperkuat sinergi sejumlah lembaga teknologi terkait. Dia pun mengungkapkan 6 arahan teknologi yang harus diprioritaskan.
"Ada 6, pangan, energi, transportasi, pertahanan, kedokteran dan kesehatan, dan menyangkut kebumian termasuk maritim," ujar Hatta.
Debat Jilid IV antar-Cawapres Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla ini bertema Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dan dipandu oleh moderator yang merupakan Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada Bidang Kerja Sama, Dwikorita Karnawati. (Yus)
Advertisement