Mengikuti jejak Arsenal yang memindahkan home base alias markas mereka dari Highbury ke Emirates Stadium dan Liverpool yang telah mendapat izin membangun stadion baru di Stanley Park sebagai pengganti Anfield, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi Portsmouth bakal mempunyai stadion baru menggantikan Fratton Park yang telah berdiri sejak 1899.
Seperti yang dilansir Daily Mail, pemilik klub yang berjuluk Pompey itu, Alexandre Gaydamak, enggan untuk melakukan renovasi atau memugar stadion Fratton Park yang mempunyai tempat duduk (maksimal) 20.228 penonton. Pengusaha Prancis berdarah Rusia itu lebih memilih untuk membangun stadion baru yang rencananya memiliki kapasitas 36 ribu penonton atau 1,8 kali lebih besar dibanding Fratton Park.
Kabarnya manajemen Pompey akan mengumumkan secara resmi pembangunan stadion baru yang akan terletak di Portsmouth Dockyard itu pada hari Rabu (25 April). Dalam acara itu akan hadir Chief Executive Klub, Peter Storrie, manajer Harry Redknapp dan sejumlah pemain senior seperti Sol Campbell, David James, Dejan Stefanovic, dan Gary O’Neil.
Sampai sejauh ini belum didapat kepastian rincian detail tentang pembangunan stadion baru yang diperkirakan akan memakan biaya sampai 35 juta pound atau Rp 637 miliar itu. Namun, diyakini klub telah meminta izin kepada Departemen Pertahanan yang mempunyai hak milik di lokasi baru tersebut.
Selain pembangunan stadion baru, Gaydamak diperkirakan akan bersedia mengucurkan dana puluhan juta pound sebagai dukungan terhadap langkah yang akan diambil manajer tim, Harry Redknapp, untuk mengkonsolidasi komposisi tim sebagai persiapan menembus tiket ke Eropa di musim depan.
Menurut harian The Sun, Redknapp pesimis Pompey bakal meraih tiket itu untuk kali pertama sepanjang sejarah klub di musim ini. Padahal, sampai pekan ke-35, Stefanovic dkk masih bertengger di posisi ke-8 dengan jumlah 50 poin, hanya terpaut satu angka dari peringkat ketujuh yang ditempati Reading.
Pasalnya, menurut Redknapp jadwal tiga pertandingan tersisa bagi Portsmouth jauh lebih sulit dibanding tiga tim saingan terdekatnya, Everton, Bolton Wanderers dan Reading. Ketiga partai yang dimaksud Redknapp adalah partai Pompey melawan Liverpool, The Toffees, dan Arsenal. Redknapp menunjuk Reading punya kans sangat besar untuk menembus Eropa. Tapi, “Spurslah yang punya peluang paling bagus. Mereka punya satu pertandingan lebih,” ujar Redknapp.
Seperti yang dilansir Daily Mail, pemilik klub yang berjuluk Pompey itu, Alexandre Gaydamak, enggan untuk melakukan renovasi atau memugar stadion Fratton Park yang mempunyai tempat duduk (maksimal) 20.228 penonton. Pengusaha Prancis berdarah Rusia itu lebih memilih untuk membangun stadion baru yang rencananya memiliki kapasitas 36 ribu penonton atau 1,8 kali lebih besar dibanding Fratton Park.
Kabarnya manajemen Pompey akan mengumumkan secara resmi pembangunan stadion baru yang akan terletak di Portsmouth Dockyard itu pada hari Rabu (25 April). Dalam acara itu akan hadir Chief Executive Klub, Peter Storrie, manajer Harry Redknapp dan sejumlah pemain senior seperti Sol Campbell, David James, Dejan Stefanovic, dan Gary O’Neil.
Sampai sejauh ini belum didapat kepastian rincian detail tentang pembangunan stadion baru yang diperkirakan akan memakan biaya sampai 35 juta pound atau Rp 637 miliar itu. Namun, diyakini klub telah meminta izin kepada Departemen Pertahanan yang mempunyai hak milik di lokasi baru tersebut.
Selain pembangunan stadion baru, Gaydamak diperkirakan akan bersedia mengucurkan dana puluhan juta pound sebagai dukungan terhadap langkah yang akan diambil manajer tim, Harry Redknapp, untuk mengkonsolidasi komposisi tim sebagai persiapan menembus tiket ke Eropa di musim depan.
Menurut harian The Sun, Redknapp pesimis Pompey bakal meraih tiket itu untuk kali pertama sepanjang sejarah klub di musim ini. Padahal, sampai pekan ke-35, Stefanovic dkk masih bertengger di posisi ke-8 dengan jumlah 50 poin, hanya terpaut satu angka dari peringkat ketujuh yang ditempati Reading.
Pasalnya, menurut Redknapp jadwal tiga pertandingan tersisa bagi Portsmouth jauh lebih sulit dibanding tiga tim saingan terdekatnya, Everton, Bolton Wanderers dan Reading. Ketiga partai yang dimaksud Redknapp adalah partai Pompey melawan Liverpool, The Toffees, dan Arsenal. Redknapp menunjuk Reading punya kans sangat besar untuk menembus Eropa. Tapi, “Spurslah yang punya peluang paling bagus. Mereka punya satu pertandingan lebih,” ujar Redknapp.