Liputan6.com, Jakarta Nama Olga Syahputra adalah fenomena. Meski kerap tampil kemayu, dia berhasil memikat sejumlah pengelola televisi, sehingga mereka tetap memunculkannya di sejumlah acara televisi, mulai dari Dahsyat (RCTI), Pesbukers (ANTV), sampai Yuk Keep Smile (Trans TV).
Saat ini, pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1983 itu dikabarkan sakit meningitis. Belum lagi kasus dengan dokter Febby Karina yang akan segera dikirim ke Kejaksaan.
Meski begitu, Olga dengan fenomenanya tetaplah Olga. Namun, yang pasti, banyak orang yang berusaha melindungi dirinya, termasuk petinggi di beberapa stasiun televisi. Kabarnya, mereka tidak mau kehilangan Olga. Dengan berbagai cara, para petinggi ini menawarkan layanan first class. Beberapa hal yang membuat Olga menjadi anak kesayangan, seperti dikutip dari situs Kaskus.com antara lain.
Advertisement
1. Olga Sebagai Rating Maker
Olga Sebagai Rating Maker
Percaya atau tidak, Olga saat ini memang sudah menjadi rating maker. Hampir setiap acara yang dibawakannya mampu didongkrak oleh Olga ratingnya. Hal ini bisa jadi disebabkan banyolan yang dikeluarkan oleh Olga diterima oleh mayoritas penonton yang kebanyakan masih berada di level C-D.
Dengan kata lain, Olga menjadi refleksi mayoritas masyarakat Indonesia kini, yang lebih suka melecehkan, kasar, tidak punya sopan santun, dan berpikir pragmatis.
Penonton level A-B memang ada, tetapi jangan membayangkan kelas A-B dalam dunia televisi adalah golongan kaya kerap menggunakan jejaring sosial, terutama Twitter.
AC Nielsen tidak mencatat penonton pemilik rumah-rumah gedong, mobil mewah di perumahan elit semacam Pondok Indah. Memang acara-acara model komedi situasi yang kasar atau joget massal ditonton di perumahan elit, tetapi penontonnya bukan pengusaha atau konglomerat, melainkan para pembantu yang setia menunggu majikannya pulang kantor.
2. Olga yang Diperebutkan Pemilik Televisi
Olga yang Diperebutkan Pemilik Televisi
Gara-gara dianggap rating maker atau penghasil rating, Olga pun diperebutkan oleh pemilik stasiun televisi. Olga dianggap sebagai aset yang tidak boleh lepas dari genggaman siapa pun. Tak heran, sejumlah pemilik stasiun televisi memanjakan Olga.
Saat Olga berada di RS Pondok Indah, pemilik stasiun televisi silih berganti menjenguk. Bagus memang, tetapi masalahnya belum pernah ada talent yang dijengguk langsung oleh pemilik stasiun televisi.
Para pemilik stasiun televisi ini membawa aneka makanan mahal dan enak, termasuk mengirimkan bunga. Salah satu pemilik bahkan bersedia membayarkan seluruh biaya pengobatan, rumah sakit, sampai Olga bener-benar sembuh.