Liputan6.com, Jakarta - Kendati sejumlah hasil survei memperlihatkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa kalah dari rivalnya, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, namun kubu koalisi Merah Putih tak risau. Mereka yakin, pada saatnya nanti Prabowo-Hatta akan menang.
Keyakinan, kata Wakil Ketua Bidang Strategi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Romahurmuzy, salah satunya mengacu pada informasi beberapa intelijen kedutaan besar, bahwa pasangan nomor urut 1 ini akan menang.
"Terakhir kedutaan-kedutaan besar hari ini semuanya sudah membuka kemungkinan Prabowo untuk menang," kata Romahurmuzy, di Rumah Polonia, Jakarta, Selasa 10 Juni 2014 malam.
Kendati tidak menyebutkan kedutaan besar negara mana saja yang menyampaikan kabar tersebut. Tapi, Sekretaris Jendral PPP itu yakin intelijen kedutaan besar negara asing memiliki data yang bisa dipercaya.
"Dengan kemampuan inteligensi yang dimiliki, mereka merasakan kemungkinan itu ada," lanjut pria yang akrab disapa Romy itu. Karena itu, lanjut Romy, pihaknya tetap yakin Prabowo-Hatta akan menang pada pilpres 9 Juli mendatang. "Kami yakin pada 9 Juli situasi akan berubah," tandasnya.
Terkait debat perdana capres yang berlangsung Senin malam di Balai Sarbini, Jakarta, Romy mengakui penampilan Prabowo-Hatta kurang optimal. "Saya sih tidak melihat gagal. Tapi saya melihat kurang optimal," tukas Romy. (Mut)
Advertisement