JK: Apa Bisa Pemimpin Bangsa Tidak Jujur dan Ada Cacat?

Menurut JK, tanpa adanya perilaku jujur dari pemimpinnya, permasalahan di Indonesia tak akan selesai.

oleh Silvanus AlvinDiterbitkan 25 Mei 2014, 16:14 WIB
Senyum Jusuf Kalla terus mengembang saat bersama Jokowi mendaftarkan diri sebagai kandidat orang nomor satu dan dua di Indonesia, Senin (19/5/14). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Cawapres Jusuf Kalla yang akrab disapa JK mengatakan, Indonesia memerlukan pemimpin jujur dan memiliki track record atau rekam jejak yang baik, untuk menjalankan roda pemerintahan.

"Apa bisa pemimpin bangsa yang akan datang, kalau tidak jujur, ada cacat, dan sebagainya? Pasti butuh pemimpin yang jujur," kata JK usai rapat koordinasi Seknas Jokowi se-Jawa di Gedung Serba Guna Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (25/5/2014).

Tanpa adanya perilaku jujur dari pemimpinnya, kata JK, permasalahan di Indonesia tak akan selesai. Terutama, perilaku korupsi yang kini semakin merajalela. Sebab, jika pemimpinnya saja tak jujur, rakyatnya pun dapat meniru perilaku tersebut.

Karenanya, menurut JK, rakyat pasti mendambakan pemimpin jujur yang mampu menyelesaikan masalah dan menjadi teladan.

"Karena (kalau tidak jujur), tidak bisa memberikan keteladanan dan pimpinan yang besar kepada rakyatnya," ucap cawapres pasangan Jokowi itu.

Selain itu, JK menambahkan, pemerintahan ke depan harus lebih efektif. Seperti menerapkan berbagai program yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Misalnya, peningkatan kualitas pendidikan dengan membenahi kurikulum maupun sistemnya.

"Dapat wibawa ke masyarakat," imbuh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya