Liputan6.com, Jakarta - Tak lengkap rasanya bila menyaksikan ajang sebesar Piala Dunia tanpa kehadiran Argentina. Tim yang banyak dihuni pemain bintang itu memang selalu dinantikan para pecinta sepakbola bahkan mereka juga difavoritkan untuk bisa meraih juara di ajang empat tahunan ini.
Tahun ini Argentina kembali lolos ke babak penyisihan Piala Dunia. Mereka berada di grup F bersama dengan Iran, Nigeria, dan Bosnia-Herzegovina.
Advertisement
Untuk lolos ke babak selanjutnya, tentu bukan hal sulit bagi tim sekelas Argentina. Sebab saat ini mereka menempati posisi keenam di tabel ranking tim terbaik dunia versi FIFA. Sementara tiga pesaingnya tidak bisa menempatkan diri di posisi 20 besar.
Argentina yang saat ini dilatih Alejandro Sabella telah memperlihatkan permainan menawan sejak babak kualifikasi zona Amerika Selatan. Dari 16 pertandingan, 'Tim Tanggo' mampu mengamankan sembilan kemenangan. Mereka pun sukses memuncaki klasemen dengan mengantongi raihan 32 poin.
Pada babak kualifikasi, Argentina hanya kalah saat melakoni laga tandang di markas Venezuela dan Uruguay. Bermain di Stadion Jose Antonio Anzoategui 12 Oktober 2011 lalu, Argentina menyerah 0-1 dari Venezuela. Sementara saat tampil di markas Uruguay, Stadion Centenario 16 Oktober 2013 lalu, Lionel Messi dan kawan-kawan dibungkam dengan skor 2-3.
Hasil imbang juga mewarnai perjalanan Argentina di babak kualifikasi. Mereka dipaksa imbang lima kali dan empat diantaranya berakhir dengan skor 1-1.
Kiprah di Piala Dunia
Argentina merupakan salah satu unggulan di ajang Piala Dunia. Negara yang terletak di selatan benua Amerika itu sudah dua kali meraih gelar juara dan tahun ini mereka kembali difavoritkan untuk mengulang prestasi serupa.
Argentina pertama kali ikut Piala Dunia pada 1930 lalu. Kala itu, mereka hanya mampu merebut status runner up setelah dipaksa kalah 4-2 oleh Uruguay di partai final.
Gelar juara baru bisa diraih Argentina 48 tahun kemudian. Bermain di tanah kelahirannya sendiri, Timnas Argentina sukses mengalahkan Belanda dengan skor 3-1. Saat itu Mario Kempes menjadi pahlawan untuk negaranya. Ia mencetak dua gol pada menit 37 dan 104. Sementara satu gol lainnya disumbang Daniel Bertoni menit 115.