Liputan6.com, Solo - Konflik internal di antara para petinggi PPP juga menjadi perhatian para politisi partai berlambang kabah itu di daerah. Mereka pun meminta kedua kubu, yakni Ketum Suryadharma Ali dan Waketum Suharso Monoarfa-Sekjen Romahurmuziy untuk berdamai.
"Kami meminta dua kubu yang sedang berseteru di DPP segera melakukan islah," tutur Koordinator Forum DPC PPP se-Surakarta, Thantowi Jauhari di Solo, Senin malam (21/04/2014).
Selain itu, forum ini juga meyerukan pembatalan keputusan dari kedua belah pihak. Baik itu keputusan pemberhentian maupun pemecatan dari elit yang bertikai.
"Seruan ini merupakan keputusan bersama dari tujuh DPC PPP se-eks Karesidenan Surakarta," ujarnya.
Forum ini juga meminta KH Maemun Zubair selaku sesepuh dan juga Ketua Majelis Syariah DPP PPP untuk bersedia menjadi mediator perselisihan dua kubu tersebut. KH Maemun Zubair yang juga pengurus PP Al Anwar, Sarang, Rembang ini diharapkan segera memanggil kedua kubu untuk diajak duduk bersama guna menyelesaikan konflik. Bahkan Thantowi menyanggupi, Kota Solo siap dijadikan tempat untuk islah.
"Jika tidak segera islah dan berupaya menyelesaikan konflik, maka PPP sendiri yang akan rugi. Apalagi saat ini partai sedang mengonsolidasikan kekuatan politik di parlemen," pungkas Ketua DPC PPP Kabupaten Klaten itu.
Advertisement