Akbar Tandjung: Aburizal Kecewa Suara Golkar Jauh dari Target

Dari target 30% suara, Golkar hanya mendapatkan suara 14% dari hasil sementara quick count Pemilu 2014.

oleh TaufiqurrohmanDiterbitkan 11 April 2014, 15:28 WIB
Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie berdiskusi dengan Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tandjung (kiri) saat memimpin rapat evaluasi koalisi partai di Jakarta, Selasa (8/3). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menjelaskan kegagalannya dalam mencapai target perolehan suara pada pemilu legislatif 9 April. Sebab, Partai Golkar menargetkan sebesar 30% perolehan suara dan atau target minimal sebesar 26% perolehan suara.

Namun hasil quick count beberapa lembaga survei menunjukkan perolehan suara Golkar hanya berkutat pada angka 14%.

"Nah target tinggi tidak tercapai dan target minimal tidak tercapai, ini menjadi masalah. Menjadi salah dalam arti DPP harus menjelaskan kepada partai, kepada organisasi kenapa tidak tercapai," kata Akbar di universitas Mercubuana, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/4/2014).

Dia menegaskan, Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar harus bisa menjelaskan kegagalan partainya untuk mencapai target tersebut. "Saya tahu Aburizal Bakrie kampanye sering menyebut-nyebut targetan 30% itu. Nah ini nggak ada yang tercapai targetnya, itu harus dijelaskan. Tentu penting untuk dilakukan evaluasi, kenapa Golkar tidak mencapai target," tegas dia.

Namun, menurut Akbar, Golkar hingga kini masih mengusung Aburizal Bakrie sebagai calon presiden (Capres), Kendati perolehan suara Golkar jauh dari harapan.

"Aburizal Bakrie kecewa karena jauh dari target. Tapi kalau seandainya tidak bisa mencalonkan diri menjadi presiden, mungkin akan ada pemikiran-pemikiran baru. Bisa jadi Aburizal Bakrie jadi presiden atau tidak," tandas Akbar. (Raden Trimutia Hatta)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya