Sistem Keuangan Indonesia Masih Lemah

Sistem keuangan yang dikembangkan di Indonesia saat ini tak akan sanggup menahan kekacauan seperti di AS. Indonesia hanya memiliki dua fasilitas untuk menanggulangi keadaan darurat.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 September 2001, 06:13 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin mengakui sistem keuangan yang dikembangkan saat ini tak akan sanggup menahan beban bila Indonesia mengalami tekanan seperti yang diderita Amerika Serikat saat ini. Pernyataan itu diungkapkan Syahril dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (20/9) siang.

Menurut Syahril, bank sentral di negara Adidaya itu bisa langsung mengeluarkan jaminan tersedianya dana likuiditas tanpa batas yang dibutuhkan penguasa fiskal. Sedangkan lembaga pengawas pasar modal di sana mampu memberikan kemudahan untuk menyelamatkan institusi keuangan yang sangat penting itu. Hal seperti itu, kata Syahril, tak bisa dilakukan Indonesia.

Saat ini, Indonesia hanya memiliki dua fasilitas untuk menanggulangi keadaan darurat berupa fasilitas pendanaan jangka pendek dan program penjaminan pemerintah. Untuk menanggulangi keadaan darurat yang masif, kata Syahril, dibutuhkan kepemimpinan dan komitmen nasional yang kuat.(COK/Fahmi Ihsan dan Mohamad Guntur)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya