TNI Tak Beri Pengamanan Khusus Capres dan Cawapres

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menyatakan, pihaknya tidak memberikan pengamanan khusus terhadap para calon presiden.

oleh TaufiqurrohmanDiterbitkan 04 April 2014, 11:23 WIB
Kepala Staf TNI AD Jenderal Moeldoko menegaskan, melalui MoU ini kedua pihak sepakat akan merumuskan teknis dan operasional pelaksanaan di lapangan yang berkaitan perdagangan dan perlindungan konsumen dengan membentuk tim sesuai pedoman kerjasama ini.(Lip

Liputan6.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menyatakan, pihaknya tidak memberikan pengamanan khusus terhadap para calon presiden dan calon wakil presiden. Meski disinyalir beberapa capres mengalami ancaman, TNI tidak mendapatkan perintah untuk mengamankan mereka.

"Secara hukum TNI hanya mengamankan Presiden-Wakil Presiden dan mantan Presiden-Wakil Presiden," kata Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (4/4/2014).

Moeldoko mengakui, beberapa waktu lalu Presiden SBY pernah mengungkapkan dalam rapat kabinet bahwa ada beberapa capres yang terancam keselamatannya. Namun untuk pengamanannya, SBY telah memerintahkan Polri untuk mengerjakan tugas tersebut.

"Memang benar beberapa hari lalu disampaikan di rapat kabinet oleh Presiden. Kapolri sudah diperintahkan," terang Moeldoko.

Hingga saat ini, lanjut Moeldoko, dirinya selaku komando tertinggi militer tidak mendapatkan perintah dari Presiden untuk memberikan pengamanan kepada capres dan cawapres.

"Sekarang TNI tidak diberikan tugas untuk mengamankan para capres tersebut. Tetapi bukan berarti kami tidak mau tahu," tandas Moeldoko.

(Shinta Sinaga)

 

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya