Calciopoli: Empat Klub Dituduh Berbuat Curang

Investigasi skandal kasus mafia wasit dan pengaturan skor pertandingan berakhir. Jaksa mendakwa empat klub elite Serie A Italia: Juventus, AC Milan, Lazio, dan Fiorentina telah berbuat curang. Pengadilan kasus ini dimulai 28 Juni.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Juni 2006, 00:45 WIB
Beberapa saat setelah Tim Italia meloloskan diri ke babak 16 besar, publik Italia mendapat "hadiah" dari Stefano Palazzi, jaksa penuntut umum yang ditugaskan menyelidiki Calciopoli, skandal kasus mafia wasit dan pengaturan skor pertandingan, skandal terbesar dalam persepakbolaan Italia dalam 25 tahun terakhir.

Dalam statement yang dirilis Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Palazzi telah mendakwa kurang lebih 30 subjek (klub maupun perorangan) atas perbuatan curang dan melanggar prinsip kejujuran, yang mana hukumannya dapat berbentuk denda, hukuman larangan tanding dan degradasi. Empat klub elite penghuni Liga Seri A Italia, yaitu Juventus, AC Milan, Lazio, dan Fiorentina termasuk dalam 30 subjek tersebut. Namun, sejauh ini, belum ada konfirmasi tentang nama-nama perorangan yang masuk dalam kategori terdakwa. Yang pasti, mantan Direktur Umum  Juventus, Luciano Moggi menjadi tokoh sentral dalam kasus ini.

Menurut pernyataan Palazzi tersebut, pengadilan kasus ini akan dimulai pada  28 Juni 2006. Prosedur naik banding direncanakan akan dilaksanakan antara 7 sampai 9 Juli. Sementara, keputusan akhir dari pengadilan akan dilansir sebelum 20 Juli.

Investigasi kasus Calciopoli itu sebenarnya sudah berakhir hari Senin lalu ketika Francesco Saverio Borelli, investigator yang menangani skandal politik Italia pada dekade 90-an, menyerahkan dokumen lengkap hasil investigasinya kepada Palazzi. Dalam proses penyelidikan tersebut, Borelli telah meminta keterangan dari 72 orang yang dituding terlibat dalam kasus ini, meskipun Luciano Moggi, tokoh sentral dalam kasus ini, menolak untuk diinterogasi.

Pengumuman hasil investigasi yang dilakukan Palazzi sendiri sebenarnya akan dilakukan Kamis siang. Namun, atas desakan Lamberto Cardia, regulator pasar modal, yang khawatir pengumuman tersebut akan mengguncang bursa saham, Komisioner FIGC Guido Rossi memutuskan untuk menundanya sampai bursa ditutup.

Sepakbola Italia memang akrab dengan skandal. Sebelum Calciopoli terungkap ke publik, ada empat skandal yang mengguncang publik Italia. Pertama, kasus suap yang dilakukan Torino terhadap defender Juventus, Luigi Allemandi. Gelar juara Torino dicabut. Kedua, kasus pengaturan skor dan judi ilegal di tahun 1979-1980 yang melibatkan Presiden AC Milan, Felice Colombo dan sejumlah pemain termasuk pahlawan Italia di PD 1982, Paolo Rossi.

Ketiga, kasus doping pemain Juventus di 2001. Hasil investigasi memutuskan dokter klub Riccardo Agricola bersalah karena terbukti memberikan doping kepada para pemain selama empat tahun, 1994-1998. Terakhir, kasus degradasi Genoa dari Seri A ke Seri C1 pada tahun 2005 lalu. Saat itu Genoa berhasil promosi dari Seri B. Namun, investigasi FIGC menemukan bukti Genoa telah melakukan penyuapan terhadap Venezia dalam partai terakhir kedua tim yang meloloskan Genoa.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya