Liputan6.com, Pekanbaru - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menggrebek arena judi MP Club dan Golden, Rabu (26/3/2014). Dari 2 arena judi terbesar di Jalan Sudirman dan Jalan Riau itu, petugas berhasil mengamankan 83 orang.
"83 orang yang diamankan terdiri dari pemain, pegawai, dan pengelola. Mereka masih diperiksa intensif. Pengrebekan saya yang memimpinnya," kata Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Yohanes Widodo di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru Riau.
Menurut Yohanes, operasi penggrebekan berdasarkan laporan masyarakat. Berangkat dari itu, petugas melakukan penyelidikan. Begitu bukti cukup, puluhan petugas polisi berbaju preman langsung melakukan pengrebekan.
"Operasi ini merupakan gabungan antara Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Riau. Setelah diamankan, 83 pelaku langsung diserahkan ke Reskrimum Polda untuk penyelidikan lebih lanjut," jelas Yohanes.
Dalam penggrebekan, petugas juga berhasil mengamankan 152 mesin judi, kartu voucher kartu Simpati Rp 100 ribu sebanyak 440 lembar. "Setiap pemain harus membeli voucher, kalau ingin bermain. Setelah menang ada voucher lagi yang bisa diuangkan," ujar Yohanes.
Judi tersebut, jelas Yohanes, bermodus menggunakan mesin yang berisi permainan anak-anak. Bedanya dengan permainan biasa, modalnya uang dan hasilnya juga uang.
Perkiraan sementara, 2 arena judi tersebut menghasilkan puluhan miliaran rupiah tiap bulannya. Setiap hari, terjual ratusan voucher senilai Rp 100 ribu terjual. "Ada 440 lembar voucher yang kami sita. Hasil penyelidikan sementara, voucher itu habis terjual dalam satu malam," imbuhnya.
Informasi dari seorang perwira berpangkat AKBP, penggrebekan judi ini merupakan perintah dari Kapolri Jenderal Sutarman. "Sewaktu ke Riau bersama presiden SBY, ada instruksi seperti itu (penggrebekan)," kata perwira yang tidak mau disebutkan namanya itu.
Selama ini, 2 arena tersebut tidak pernah tersentuh. Meski selalu ada penggrebekan arena perjudian di Riau, arena tersebut selalu selamat dari jeratan polisi.
Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono mengatakan, penggrebekan itu merupakan komitmen kepolisian dalam memberantas judi. "Menertibkan arena perjudian merupakan tugas utama Polri," jelas Condro.
Apakah ada oknum polisi yang membikingi 2 arena judi tersebut, Condro membantahnya. "Jika ada anggotanya, kita tak segan-segan menindak. Siapa pun dia, yang jelas kita akan berantas judi di Riau," tegas Condro.
Advertisement