Liputan6.com, London Kekalahan 0-6 Arsenal dari tangan Chelsea akhir pekan lalu membuat Arsene Wenger lebih banyak terdiam saat memimpin latihan jelang lawan Swansea City di markas latihan, di Colney pada Minggu (23/3/2014) waktu setempat atau sehari setelah bertanding.
Dilansir dari Daily Mail, Wenger tampaknya belum bisa melupakan kekalahan dengan skor tidak wajar itu. Dari kejauhan, dia berdiri di dekat tiang gawang sendiri. Wenger termenung sambil memantau anak asuhnya berlatih.
Advertisement
Dalam tempo 48 jam setelah kekalahan memalukan itu, Wenger berada dalam tekanan besar. Pasalnya, rapor merah di Stamford Bridge didapat Arsenal di tengah momentum pertandingan ke-1000 Wenger melatih Arsenal sejak 1996. Hasil tersebut membuat The Gunners kembali terancam kering gelar setelah menjauh dari persaingan merebut gelar Premier League.
Peluang Arsenal merebut trofi musim ini telah habis setelah tersingkir di dua ajang domestik Piala FA. Nasib tidak jauh berbeda dialami Tim Gudang Peluru di ajang Liga Champions. Arsenal tereliminasi di babak 16 besar dari tangan Bayern Munich.
Arsenal saat ini menempati peringkat 4 klasemen Premier League mengemas 62 poin, terpaut 7 poin dari Chelsea yang memuncaki klasemen.
Menghadapi Swansea di Emirates Stadium, Selasa (25/3/2014) atau Rabu dinihari WIB, Wenger meminta kepada Per Mertesacker dan kawan-kawan melampiaskan amarah atas kekalahan telak dari Chelsea. Dia meminta tim menunjukkan respon bagus.
“Ini bukan saat yang tepat berbicara tentang kesalahan. Saya dan seluruh pemain sama-sama kecewa. Tapi sekarang, kami sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertandingan selanjutnya,” ujar pelatih asal Prancis itu dikutip dari Soccerway.
Pelatih berjuluk The Profesor itu pun memompa semangat anak asuhnya saat menghadapi Swansea City. Dia tetap percaya diri, timnya bisa kembali ke jalur kemenangan lagi setelah menundukkan The Swans.
“Kami bisa memenangkan pertandingan selanjutnya. Konsentrasi kami sekarang mengarah ke sana. Kami berada dalam situasi yang kompleks saat ini. Setelah kekalahan itu, rasanya, pertandingan berikutnya sangat vital."