Dianggap Sudutkan Umat Islam, Alice In Arabia Batal Dilanjutkan

Dikonfirmasi oleh pihak ABC, pembatalan ini juga dilakukan usai banyaknya tanggapan negatif yang diterima mereka.

oleh Feby FerdianDiterbitkan 24 Maret 2014, 22:40 WIB
Dikonfirmasi oleh pihak ABC, pembatalan ini juga dilakukan usai banyaknya tanggapan negatif yang diterima mereka.

Liputan6.com, Los Angeles, Amerika Serikat Kaum muslim di Amerika Serikat dikabarkan menyambut gembira pembatalan serial terbaru ABC Family yang bertajuk 'Alice in Arabia'. Dikutip dari harian Ace Showbiz, Senin (24/3/2014), serial itu ditakutkan bisa menimbulkan keresahan.

Terutama dengan kisahnya yang dianggap beberapa pihak sangat menyudutkan kaum muslim. "Kami prihatin akan dampak negatif program ini." tulis direktur eksekutif CAIR (Dewan Hubungan Amerika-Islam), Hussam Ayloush.

Sementara itu, dikonfirmasi oleh pihak ABC, pembatalan ini juga dilakukan usai banyaknya tanggapan negatif yang diterima mereka. Tak ingin memperkeruh masalah, mereka pun memutuskan menghentikan serial ini.

"Setelah merasa isi dari pilot (episode perdana) tidak sesuai dengan bayangan kami serta tidak memberikan ruang yang kondusif bagi proses kreatif, kami memutuskan untuk tidak bergerak maju." jawab petinggi ABC dalam sebuah pernyataan.

Sedikit menyimak ceritanya, Alice in Arabia berkisah tentang seorang remaja wanita asal Amerika Serikat yang tengah mengunjungi kakeknya yang bernama Abu Hamza di Saudi Arabia. Sesampainya di sana, sang kakek secara tak terduga nekat menyembunyikan paspornya sehingga dia tak bisa pulang.

Akhirnya, seolah tak memiliki pilihan lain, ia pun dipaksa untuk hidup di sana.

Diketahui, serial ini ditulis oleh Brooke Eikmeier, tentara veteran yang bekerja sebagai cryptologic linguist dalam bahasa arab. Sebelum akhirnya dihentikan, ABC sempat memesan Alice in Arabia bersama dua serial lain yakni 'Recovery Road' dan 'Unstrung'.(Feb)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya