Dalam partai pertama dari dua partai pemanasan menjelang PD 2006, Ekuador gagal menunjukkan permainan impresif saat bertanding melawan Kolombia, tim yang tersingkir di babak kualifikasi. Di Giants Stadium, East Rutherford, kedua tim bermain imbang 1-1.
Di bawah sorotan 52.245 penonton, jumlah penonton sepakbola terbanyak kedua yang memadati Giants Stadium setelah pertandingan Manchester United versus AC Milan (74.511 penonton) di 2004 lalu, Suarez menampilkan formasi yang tak lazim di lini depannya dengan menurunkan dua pemain muda yang kurang berpengalaman dalam partai di level internasional. Kedua pemain tersebut berasal dari klub El Nacional, Felix Borja (Juli nanti bergabung dengan Olympiakos) berusia 23 tahun dan Cristian Benitez yang baru berusia 20 tahun.
Setelah di babak pertama kedua tim tampil monoton dan bermain imbang tanpa gol, pertandingan mulai berkembang di babak kedua. Tujuh menit setelah jeda, gelandang menyerang Ekuador, Segundo Castillo mampu memanfaatkan kesalahan Haydee Palacio, tendangannya dari sisi kotak 16 meter tak mampu dijangkau kiper Kolombia, Oscar Cordoba.
Sayangnya. lini belakang Ekuador yang dikomandani defender veteran Ivan Hurtado, pemain yang bermain untuk klub Qatar, Al Arabi, tidak begitu solid menahan gempuran John Viafara dkk. Setelah unggul 1-0, lini belakang Ekuador justru tampil kedodoran. Hanya berselang tiga menit setelah gol Castillo, Elkin Soto, gelandang serang berusia 26 tahun yang bermain di klub Once Caldas, berhasil menyamakan kedudukan.
Setelah kedudukan imbang, Suarez berupaya menambah daya gempur pasukannya. Namun, upaya serangan Ekuador kurang tajam karena para gelandangnya bermain tidak seperti yang diharapkan. Christian Lara, gelandang andalan klub Quito yang diharapkan mengalirkan bola ternyata kurang berfungsi. Lara akhirnya digantikan playmaker veteran, Patricio Urrutia. Di lini depan, Suarez memasukkan Ivan Kaviedes, penyerang klub Argentinos Juniors yang merupakan striker utama Ekuador, menggantikan Benitez.
Perubahan yang dilakukan Suarez cukup berhasil. Daya gempur Ekuador bertambah, sayangnya Borja dan Kaviedes tak berhasil menambah gol. Jika Suarez mengganti Borja dengan penyerang veteran yang sarat pengalaman, Agustin Delgado, hasilnya mungkin bisa lain. “Saya pikir penampilan lini depan kami kurang mengigit,” kata Suarez. “Kami butuh kerja keras untuk memperbaiki daya dobrak tim,” imbuhnya.
Ekuador yang tergabung dalam grup A babak penyisihan PD 2006 bersama-sama tim tuan rumah, Jerman, Polandia, dan Kosta Rika, akan melakukan partai pemanasan kedua melawan tim lemah, Macedonia, di Madrid, hari Minggu, 28 Mei mendatang. Partai pertama di Jerman yang akan dilakoni Agustin Delgado dkk adalah saat bertanding melawan Polandia di Stadion FIFA World Cup, Gelsenkirchen, 9 Juni 2006, tiga jam setelah kick-off partai pembuka antara Jerman vs Kosta Rika.
Di bawah sorotan 52.245 penonton, jumlah penonton sepakbola terbanyak kedua yang memadati Giants Stadium setelah pertandingan Manchester United versus AC Milan (74.511 penonton) di 2004 lalu, Suarez menampilkan formasi yang tak lazim di lini depannya dengan menurunkan dua pemain muda yang kurang berpengalaman dalam partai di level internasional. Kedua pemain tersebut berasal dari klub El Nacional, Felix Borja (Juli nanti bergabung dengan Olympiakos) berusia 23 tahun dan Cristian Benitez yang baru berusia 20 tahun.
Setelah di babak pertama kedua tim tampil monoton dan bermain imbang tanpa gol, pertandingan mulai berkembang di babak kedua. Tujuh menit setelah jeda, gelandang menyerang Ekuador, Segundo Castillo mampu memanfaatkan kesalahan Haydee Palacio, tendangannya dari sisi kotak 16 meter tak mampu dijangkau kiper Kolombia, Oscar Cordoba.
Sayangnya. lini belakang Ekuador yang dikomandani defender veteran Ivan Hurtado, pemain yang bermain untuk klub Qatar, Al Arabi, tidak begitu solid menahan gempuran John Viafara dkk. Setelah unggul 1-0, lini belakang Ekuador justru tampil kedodoran. Hanya berselang tiga menit setelah gol Castillo, Elkin Soto, gelandang serang berusia 26 tahun yang bermain di klub Once Caldas, berhasil menyamakan kedudukan.
Setelah kedudukan imbang, Suarez berupaya menambah daya gempur pasukannya. Namun, upaya serangan Ekuador kurang tajam karena para gelandangnya bermain tidak seperti yang diharapkan. Christian Lara, gelandang andalan klub Quito yang diharapkan mengalirkan bola ternyata kurang berfungsi. Lara akhirnya digantikan playmaker veteran, Patricio Urrutia. Di lini depan, Suarez memasukkan Ivan Kaviedes, penyerang klub Argentinos Juniors yang merupakan striker utama Ekuador, menggantikan Benitez.
Perubahan yang dilakukan Suarez cukup berhasil. Daya gempur Ekuador bertambah, sayangnya Borja dan Kaviedes tak berhasil menambah gol. Jika Suarez mengganti Borja dengan penyerang veteran yang sarat pengalaman, Agustin Delgado, hasilnya mungkin bisa lain. “Saya pikir penampilan lini depan kami kurang mengigit,” kata Suarez. “Kami butuh kerja keras untuk memperbaiki daya dobrak tim,” imbuhnya.
Ekuador yang tergabung dalam grup A babak penyisihan PD 2006 bersama-sama tim tuan rumah, Jerman, Polandia, dan Kosta Rika, akan melakukan partai pemanasan kedua melawan tim lemah, Macedonia, di Madrid, hari Minggu, 28 Mei mendatang. Partai pertama di Jerman yang akan dilakoni Agustin Delgado dkk adalah saat bertanding melawan Polandia di Stadion FIFA World Cup, Gelsenkirchen, 9 Juni 2006, tiga jam setelah kick-off partai pembuka antara Jerman vs Kosta Rika.