Daei: Iran Targetkan Lolos ke Putaran Kedua

Ali Daei, skiper tim nasional Iran, menilai negerinya memiliki keuntungan karena sejumlah pemainnya berkiprah di Bundesliga. Langkah menuju putaran kedua pun kian terbuka karena mereka sudah lebih akrab dengan situasi stadion yang ada di Jerman.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Mei 2006, 09:20 WIB
Ali Daei, skiper tim nasional Iran, berharap negerinya bisa melaju ke babak kedua di ajang Piala Dunia 2006 dengan mengandalkan sejumlah pemain mereka yang berkiprah di Bundesliga. Sebab, dengan sendirinya para pemain itu sudah terbiasa bermain di berbagai stadion yang ada di Jerman.

Saat ini, memang terdapat sejumlah pemain Iran yang bermain di kompetisi Bundesliga seperti Mehdi Mahdavikia yang berkiprah di Hamburg SV, lantas Fereydoon Zandi yang bermain di Kaiserslautern, dan ada Ali Karimi yang memperkuat Bayern Munich. Satu lagi adalah Vahid Hashemian yang tergabung dengan Hannover 96.

"Beruntung beberapa pemain kami bermain di Bundesliga," kata Daei yang telah mencetak 119 gol dalam pertandingan internasional. "Jadi, tentunya kami lebih siap dan akrab dengan situasi di Jerman. Kami pun akan tampil tanpa harus mengalami kegugupan."

Sebelum sekarang bermain untuk klub negerinya, Saba Battery, Daei sendiri juga pernah berkiprah di Bundesliga. Pemain berusia 37 tahun ini, misalnya, pernah bermain untuk Bayern Munich, Hamburg SV, Hanover 96 dan Kaiserslautern. Masih ada satu lagi pemain Iran yang bermain di liga top Eropa, yaitu Rahman Rezai yang saat ini tergabung dengan salah satu klub dari liga Serie A Italia, Messina.

"Dengan tim ini, kami memiliki peluang besar melaju ke babak kedua," ujar kapten tim Iran selama delapan tahun terakhir itu. "Saya juga sudah mengenal gaya permainan Meksiko, Angola, dan Portugal. Bagaimanapun, kami telah memperhitungkan kekuatan tim kami."

Menurut Daei, pertandingan pertama melawan Meksiko yang akan berlangsung pada 11 Juni di Nuremberg akan menjadi pertarungan yang sangat menentukan langkah tim mereka selanjutnya. "Pertandingan ini bakal menentukan perjalanan tim kami untuk melangkah ke babak berikutnya, itu sebabnya kami berupaya memperoleh poin berharga dari pertarungan tersebut," ujar Daei lagi.

Iran pertama kali lolos ke Piala Dunia pada tahun 1978. Saat itu, mereka tidak bisa meraih satu kemenangan pun, meski berhasil menahan tim Skotlandia. Lantas, mereka berhasil lolos ke Piala Dunia 1998 di Prancis. Kali ini, meski hanya meraih satu kemenangan, nilainya terasa amat berharga, yakni berhasil mengungguli AS.

"Di dalam sepak bola, segala sesuatunya bisa terjadi. Tapi, yang pasti target pertama kami adalah lolos ke putaran kedua," ujar Daei. "Jika berhasil, maka kami akan menyusun lagi target baru, lolos ke babak ketiga."

Daei juga memuji sistem pelatihan yang diterapkan Branko Ivankovic. "Kemampuan teknisnya, juga karakter Ivankovic sendiri, telah banyak membantu tim kami," kata Daei yang menilai Belanda dan Brasil layak tampil di babak final. "Ivankovic adalah pelatih yang bakal membawa kami melaju ke babak kedua."
(SH)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya