Hiddink: Tumpuan Korsel, Park Ji-Sung

Ada bocoran bagi tiga tim (Prancis, Swiss, dan Togo) yang akan menjadi lawan Korsel di babak penyisihan grup G PD 2006. Menurut Guus Hiddink, mantan pelatih timnas Korsel, peluang mengalahkan “Setan Merah” adalah dengan mengunci pergerakan Park Ji-Sung.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Mei 2006, 14:32 WIB
Ada bocoran bagi tiga tim (Prancis, Swiss, dan Togo) yang akan menjadi lawan Korsel di babak penyisihan grup G PD 2006. Menurut Guus Hiddink, mantan pelatih timnas Korsel, peluang mengalahkan “Setan Merah” adalah dengan mengunci pergerakan Park Ji-Sung.

Tak diragukan lagi, gelandang Manchester United, Park Ji-Sung merupakan pemain paling senior dan berpengaruh di tim nasional Republik Korea (Korea Selatan). Saking diandalkannya gelandang Manchester United itu, maka, “Tim yang dapat mengunci pergerakan Park, maka tim tersebut sudah separo jalan untuk mengalahkan Korsel,” kata Guus Hiddink, pelatih timnas Australia, dalam wawancaranya dengan sebuah stasiun televisi, kemarin. Hiddink pantas disebut sebagai pahlawan bagi Korea karena mampu mengantarkan “Setan Merah” meraih prestasi fenomenal, tampil sebagai semifinalis untuk pertama kalinya dalam PD 2002 lalu.

Selepas turnamen yang bersejarah itu, Hiddink memboyong pemain kelahiran Seoul berusia 25 tahun itu ke PSV Eindhoven. Setelah hampir tiga tahun, 22 Juni 2005 Park ditransfer ke Manchester United dengan harga yang cukup lumayan bagi ukuran seorang pemain Asia: 4 juta poundsterling.

“Park telah membuktikan ia mampu bertahan di kompetisi Eropa yang jauh dari tempat asalnya,” kata Hiddink. Memang, tambah pelatih asal Belanda itu, “Park bukanlah pemain paling senior di timnas Korea, tetapi kehadirannya benar-benar sangat berpengaruh terhadap tim.”

Selain menganalisis kekuatan Korea, Hiddink yang akan genap berusia 60 tahun November nanti, juga mengamati tiga tim yang akan menjadi lawan bagi Park Ji-Sung dkk di PD 2006. Togo, misalnya. Di mata Hiddink, Emmanuel Adebayor dkk (yang menjadi lawan pertama Korsel di Frankfurt, 13 Juni) telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.

“Tadinya, saya pikir, Korea akan mudah mengalahkan mereka (Togo), tapi melihat penampilan mereka, meskipun kalah 0-1 dari Arab Saudi, Minggu lalu, saya kira saya terlalu cepat membuat prediksi,” kata Hiddink. “Korsel patut mewaspadai pergerakan Adebayor,” imbuhnya.

Bagaimana dengan Prancis? “99 persen partai Korsel vs Prancis akan dimenangkan Thierry Henry dkk. Tapi, saya katakan kepada Park dkk untuk bermain serileks mungkin. Siapa tahu, mereka mampu membuat kejutan lagi,” kata Hiddink.

Dalam pandangan Hiddink, Swiss, tim terakhir yang akan jadi lawan Korsel, benar-benar harus mewaspadai kecepatan dan pola menyerang yang akan ditampilkan pasukan Dick Advocaat. “Lini belakang mereka (Swiss) kali ini benar-benar akan diuji,” katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya