Peneliti Ungkap Beda 2 Orgasme pada Perempuan

Tak semua orgasme itu sama. Pada perempuan ada dua jenis orgasme (puncak kenikmatan seksual) dari pemeriksaan sonograph.

oleh Melly FebridaDiterbitkan 14 Maret 2014, 21:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta Tak semua orgasme itu sama. Berdasar pemeriksaan medis (sonograph) ditemukan, ada dua jenis orgasme pada perempuan.

Berbagai dokter sebenarnya selama lebih dari satu abad sudah menjelaskan bahwa wanita mengalami orgasme klitoris dan vagina (Miss V). Perbedaan dan alasannya pun kerap menjadi perdebatan.

Untuk mendapat jawaban pasti, ginekolog atau ahli kandungan dari Prancis menggunakan mesin sonografi untuk mengukur perubahan dalam aliran darah selama mengalami rangsangan eksternal dan internal.

Para peneliti ini mengukur aliran darah dengan menggunakan sinyal Doppler. Hasilnya, stimulasi klitoris eksternal tak melibatkan akar internal dari klitoris, tapi rangsangan vagina (penetrasi) melibatkan kedua akar dan klitoris eksternal.

Selama tes, peneliti Odile Buisson dan Emmanuele Jannini A menghubungkan tiga perempuan dengan mesin sonografi. Mesin itu digunakan untuk memvisualisasikan pergerakan clitorourethrovaginal (CUV) kompleks atau sistem saraf klitoris, dengan stimulasi langsung klitoris serta vagina.

Pada pengukuran ini untuk rangsangan eksternal di klitoris menggunakan stimulasi pribadi sedangkan stimulasi vaginal dengan tampon basah.

Pada wanita yang merangsang diri sendiri, peneliti menggunakan pengukuran perubahan kecil di alirah darah dengan sinyal Doppler.

Dari penelitian itu terungkap rangsangan klitoris eksternal tidak melibatkan akar internal dari klitoris, tetapi rangsangan vaginal yang terlibat baik akar dan klitoris eksternal. Ini memengaruhi aliran darah dan terkait dengan perbedaan dalam sensasi.

"Hasil scan yang diperoleh selama rangsangan eksternal dan penetrasi vagina menunjukkan akar klitoris tidak terlibat dengan stimulasi klitoris eksternal," kata Buisson dan Jannini seperti dilansir MailOnline, Jumat (14/3/2014).

Sebaliknya, pada stimulasi miss v, seluruh CUV kompleks dan akar klitoris terlibat.

"Perbedaan fungsional tergantung pada jenis rangsangan," katanya.

Peneliti menyimpulkan, berdasarkan temuan ini bahwa persepsi yang dilaporkan dari dua jenis stimulasi bisa dijelaskan daari bagian berbeda pada klitoris.

Teori Orgasme dari Sigmund Freud

Teori Orgasme menyebutkan perempuan mengalami dua jenis orgasme. Ini pertama kali dikenalkan Sigmund Freud pada 1905 di Three Essays on the Theory of Sexuality.

Freud berpendapat, orgasme klitoris merupakan fenomena remaja dan perempuan dewasa mengalami orgasme vaginal. Namun Freud tak memberikan bukti dari teori tersebut sehingga banyak kontroversi di sana sini.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya