Meski telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya, Liverpool akhirnya harus mengakui keunggulan juara Libertadores, Sao Paulo 0-1, dalam final Kejuaraan Dunbia Antar Klub 2006 yang berlangsung di Yokohama, Jepang.
Kegagalan The Reds ditandai dengan dianulirnya tiga buah gol yang diciptakan Luis Garcia, Sami Hyypia dan Sinama Pongolle. Bahkan, selama 90 menit Steven Gerarrd dkk berhasil memaksakan 17 kali tendangan penjuru. Sao Paulo? Nihil.
Dalam pertandingan yang diawali dengan mengheningkan cipta sebagai turut berduka cita atas meninggalnya ayah pelatih Liverpool, Rafael Benitez, itu Gerrard dkk memang membuktikan janjinya untuk tampil habis-habisan. 15 menit pertama, lini pertahanan Sao Paulo yang dikoordinir Fabio Santos dan Diego Lugano benar-benar dibuat kerepotan.
Tapi, perlahan tapi pasti, Marcio Amoroso dkk mulai tampil lepas. Lini tengah pun mereka kuasai dengan menempel ketat dua winger Liverpool, Luis Garcia dan Harry Kewell. Hasilnya mereka petik pada menit ke-27. Sebuah operan cantik dari Amoroso berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh gelandang Mineiro yang lolos dari jebakan off-side. Tertinggal 0-1 membuat Liverpool tersengat. Namun, berbagai upaya yang dilakukan tak kunjung membuahkan hasil sampai babak pertama berakhir.
Di babak kedua, di hadapan hampir 67.000 penonton yang menyesaki stadion internasional Yokohama. permainan praktis berjalan berat sebelah. Boleh dibilang Sao Paulo tak mempunyai satu peluang pun untuk masuk ke kotak penalti. Sebaliknya, pemain berseragam merah tak henti-hentinya memborbardir gawang Sao Paulo.
Klub juara Libertadores itu benar-benar beruntung mempunyai kiper Rogerio Ceni yang tampil sebagai pahlawan bagi klubnya dengan melakukan berbagai tindakan penyelamatan termasuk menepis bola hasil tendangan bebas Gerrard.
Dengan kekalahan ini, selain gagal mempersembahkan hadiah penutup tahun bagi Benitez, Liverpool pun gagal untuk melakukan come-back yang manis setelah dua kali melakukan aksi heroik saat menghadapi AC Milan di final Liga Champions, dan melawan CSKA Moskow dalam European Super Cup.
Sementara itu, sebelumnya di stadion Mitsuzawa, Deportivo Saprissa berhasil memenuhi targetnya dengan menjadi juara ketiga setelah dalam pertandingan yang cukup seru dan menarik, membalikkan keadaan setelah tertinggal 1-2 dan mengalahkan juara Asia, Al Ittihad 3-2.
Ketiga gol bagi Saprissa, dua diantaranya striker Alvaro Soborio, dan satu lagi dicetak Ronald Gomez. Dua gol Ittihad dihasilkan Mohammed Kallon dan pemain yang dipinjam dari Middlesbrough, Joseph Desire Job. Dalam pertandingan ini, pemain terbaik Asia 2005, Al Montashari terpaksa harus keluar lapangan lima menit menjelang bubar setelah mendapat kartu merah dari wasit. (MEG)
Kegagalan The Reds ditandai dengan dianulirnya tiga buah gol yang diciptakan Luis Garcia, Sami Hyypia dan Sinama Pongolle. Bahkan, selama 90 menit Steven Gerarrd dkk berhasil memaksakan 17 kali tendangan penjuru. Sao Paulo? Nihil.
Dalam pertandingan yang diawali dengan mengheningkan cipta sebagai turut berduka cita atas meninggalnya ayah pelatih Liverpool, Rafael Benitez, itu Gerrard dkk memang membuktikan janjinya untuk tampil habis-habisan. 15 menit pertama, lini pertahanan Sao Paulo yang dikoordinir Fabio Santos dan Diego Lugano benar-benar dibuat kerepotan.
Tapi, perlahan tapi pasti, Marcio Amoroso dkk mulai tampil lepas. Lini tengah pun mereka kuasai dengan menempel ketat dua winger Liverpool, Luis Garcia dan Harry Kewell. Hasilnya mereka petik pada menit ke-27. Sebuah operan cantik dari Amoroso berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh gelandang Mineiro yang lolos dari jebakan off-side. Tertinggal 0-1 membuat Liverpool tersengat. Namun, berbagai upaya yang dilakukan tak kunjung membuahkan hasil sampai babak pertama berakhir.
Di babak kedua, di hadapan hampir 67.000 penonton yang menyesaki stadion internasional Yokohama. permainan praktis berjalan berat sebelah. Boleh dibilang Sao Paulo tak mempunyai satu peluang pun untuk masuk ke kotak penalti. Sebaliknya, pemain berseragam merah tak henti-hentinya memborbardir gawang Sao Paulo.
Klub juara Libertadores itu benar-benar beruntung mempunyai kiper Rogerio Ceni yang tampil sebagai pahlawan bagi klubnya dengan melakukan berbagai tindakan penyelamatan termasuk menepis bola hasil tendangan bebas Gerrard.
Dengan kekalahan ini, selain gagal mempersembahkan hadiah penutup tahun bagi Benitez, Liverpool pun gagal untuk melakukan come-back yang manis setelah dua kali melakukan aksi heroik saat menghadapi AC Milan di final Liga Champions, dan melawan CSKA Moskow dalam European Super Cup.
Sementara itu, sebelumnya di stadion Mitsuzawa, Deportivo Saprissa berhasil memenuhi targetnya dengan menjadi juara ketiga setelah dalam pertandingan yang cukup seru dan menarik, membalikkan keadaan setelah tertinggal 1-2 dan mengalahkan juara Asia, Al Ittihad 3-2.
Ketiga gol bagi Saprissa, dua diantaranya striker Alvaro Soborio, dan satu lagi dicetak Ronald Gomez. Dua gol Ittihad dihasilkan Mohammed Kallon dan pemain yang dipinjam dari Middlesbrough, Joseph Desire Job. Dalam pertandingan ini, pemain terbaik Asia 2005, Al Montashari terpaksa harus keluar lapangan lima menit menjelang bubar setelah mendapat kartu merah dari wasit. (MEG)