AS Terancam Resesi

Kurs dolar Amerika Serikat dan sejumlah saham perusahaan negara tersebut anjlok di berbagai lantai bursa atau pasar dunia. Negara Adi Daya itu terancam resesi.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 September 2001, 07:44 WIB
Liputan6.com, Tokyo: Dampak aksi teroris yang melanda Negeri Paman Sam, kurs dolar Amerika Serikat dan harga saham sejumlah perusahaan AS terus mengalami kemerosotan di sejumlah lantai bursa internasional. Perekonomian Negara Adi Daya itu kini terancam resesi.

Kondisi tersebut dapat terlihat di Bursa Saham Tokyo, Jepang, Rabu (12/9) pagi. Para pelaku pasar di Tokyo menyaksikan untuk pertama kalinya selama 17 tahun terakhir, bursa saham hampir menembus angka indeks 10 ribu. Indeks Nikkei misalnya, jatuh bebas 519,24 poin atau merosot 5,04 persen dan ditutup pada posisi 9773,71 poin pada penutupan sesi pagi.

Sementara perdagangan valuta asing di Tokyo, dibuka dengan nilai jual dolar AS pada tingkat 110,36 poin per dolar atau turun 2,26 yen poin dari posisi Selasa malam. Menurut sejumlah analisis, angka ini sedikit di bawah level yang sama di New York, yaitu 119,38 yen Jepang.

Di Bursa Saham Hang Seng di Hong Kong, indeks sejumlah saham blue-chip merosot hingga 10,3 persen dari penutupan Selasa dan mendekati posisi terendah sejak Februari 1999. Bahkan, indeks saham penerbangan sipil di Hang Seng mengalami pukulan terkeras, Rabu pagi.

Sementara nilai mata uang Euro dan harga minyak di negara-negara tersebut justru dilaporkan meningkat tajam. Kendati demikian, bursa efek Eropa merosot. Buktinya, sejumlah saham perusahaan AS yang diperdagangkan di Eropa anjlok. Saham-saham yang mengalami penurunan indeks itu, antara lain Microsoft dan Alcoa, masing-masing turun sembilan dan 6,7 persen.(ANS/Nlg)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya