Liputan6.com, Subang: Bosan dengan menu berbuka puasa yang itu-itu saja, tak ada salahnya Anda mencoba sate biawak. Soal kelezatan, jangan disangsikan lagi. Sate biawak memiliki cita rasa yang khas dan tak bisa ditemukan pada masakan lain. Rasa sate biawak tak jauh berbeda dengan daging ayam maupun kambing.
Salah satu penjual sate biawak adalah Sunarto di Jalan Sukasari, Kecamatan Pamanukan, Subang, Jawa Barat. Menurut pria yang sudah 10 tahun menjalani usaha ini, dalam sehari bisa menghabiskan 15 kilogram daging biawak.
Membuat sate biawak sama seperti membuat sate pada umumnya. Pertama, daging biawak dipotong. Namun, harus hati-hati agar benar-benar bersih. Setelah dipotong, daging biawak dicuci dan dijemur. Setelah itu, biawak dikuliti. Bagian kaki, kepala, kulit, dan usus dibuang. Yang diambil untuk sate hanya bagian daging.
Untuk menambah kelezatannya, sate biawak disajikan dengan bumbu rempah-rempah yang sudah dihaluskan. Seperti kacang, tomat, bawang merah, garam, cabe merah, serta rawit. Sate biawak pun siap disajikan. Selain menikmati kelezatannya, sebagian besar pengunjung percaya daging biawak memiliki khasiat menyebuhkan penyakit. Antara lain obat eksim atau gatal-gatal dan menambah stamina.
Menurut Sunarto, di Subang tak banyak warung atau restoran yang menyiadakan daging reptil ini. Sebab, tak mudah mendapatkan pasokan daging biawak. Karena itu, jika Anda ingin mencoba mencicipi sate biawak selama Ramadan, baiknya datang lebih awal agar tak kehabisan. Selama Ramadan, warung sate biawak Sunarto buka mulai pukul 14.00 hingga pukul 17.30 WIB.(BOG/Syamsu Nursyam)
Salah satu penjual sate biawak adalah Sunarto di Jalan Sukasari, Kecamatan Pamanukan, Subang, Jawa Barat. Menurut pria yang sudah 10 tahun menjalani usaha ini, dalam sehari bisa menghabiskan 15 kilogram daging biawak.
Membuat sate biawak sama seperti membuat sate pada umumnya. Pertama, daging biawak dipotong. Namun, harus hati-hati agar benar-benar bersih. Setelah dipotong, daging biawak dicuci dan dijemur. Setelah itu, biawak dikuliti. Bagian kaki, kepala, kulit, dan usus dibuang. Yang diambil untuk sate hanya bagian daging.
Untuk menambah kelezatannya, sate biawak disajikan dengan bumbu rempah-rempah yang sudah dihaluskan. Seperti kacang, tomat, bawang merah, garam, cabe merah, serta rawit. Sate biawak pun siap disajikan. Selain menikmati kelezatannya, sebagian besar pengunjung percaya daging biawak memiliki khasiat menyebuhkan penyakit. Antara lain obat eksim atau gatal-gatal dan menambah stamina.
Menurut Sunarto, di Subang tak banyak warung atau restoran yang menyiadakan daging reptil ini. Sebab, tak mudah mendapatkan pasokan daging biawak. Karena itu, jika Anda ingin mencoba mencicipi sate biawak selama Ramadan, baiknya datang lebih awal agar tak kehabisan. Selama Ramadan, warung sate biawak Sunarto buka mulai pukul 14.00 hingga pukul 17.30 WIB.(BOG/Syamsu Nursyam)