Liputan6.com, Kathmandu: Gyanendra meninggalkan istana utamanya di Kathmandu, Nepal Rabu (11/6) malam, Mantan raja Nepal itu selanjutnya menjalani kehidupan sebagai orang biasa di daerah pinggiran Kathmandu.
Gyanendra dan istrinya, Komal Shah, pergi dengan mobil Mercedes hitam. Ratusan polisi antihuru-hara memagari pintu gerbang kompleks istana yang terletak di jantung kota percandian kuno itu. Gyanedra yang dianggap sebagai dewa oleh penganut Hinda tidak menunjukkan emosi ketika pergi dalam sebuah konvoi kecil tiga kendaraan.
Teriakan "Hidup republik" bergema dari sekitar 500 orang yang menyaksikan kepergian Gyanendra. Sementara sejumlah penduduk pro-kerajaan menangis. "Mantan Raja Gyanendra dan istrinya Komal Shah telah meninggalkan istana dan menuju Nagarjun," kata polisi Bharat Lama kepada AFP. Nagarjun adalah daerah cagar alam di pinggiran Kathmandu.
Keputusan untuk menghapuskan satu-satunya kerajaan Hindu di dunia itu diputuskan Mei silam oleh sebuah dewan. Dewan ini dibentuk sebagai bagian dari perjanjian perdamaian antara gerilyawan Maois dan partai-partai utama. Keduanya menyatukan kekuatan untuk menentang Gyanendra setelah merebut kekuasaan langsung di Nepal.
Gyanendra naik takhta pada Juni 2001, setelah pembantaian di Istana dimana sebagian besar anggota keluarga kerajaan dibunuh. Penembakan membabi-buta dilakukan putra mahkota ketika itu yang sedang mabuk akibat minuman keras dan narkotik dan obat-obatan berbahaya. Dia marah karena dilarang menikahi wanita yang dicintainya. Pangeran itu kemudian bunuh diri.(BOG/ANTARA)
Gyanendra dan istrinya, Komal Shah, pergi dengan mobil Mercedes hitam. Ratusan polisi antihuru-hara memagari pintu gerbang kompleks istana yang terletak di jantung kota percandian kuno itu. Gyanedra yang dianggap sebagai dewa oleh penganut Hinda tidak menunjukkan emosi ketika pergi dalam sebuah konvoi kecil tiga kendaraan.
Teriakan "Hidup republik" bergema dari sekitar 500 orang yang menyaksikan kepergian Gyanendra. Sementara sejumlah penduduk pro-kerajaan menangis. "Mantan Raja Gyanendra dan istrinya Komal Shah telah meninggalkan istana dan menuju Nagarjun," kata polisi Bharat Lama kepada AFP. Nagarjun adalah daerah cagar alam di pinggiran Kathmandu.
Keputusan untuk menghapuskan satu-satunya kerajaan Hindu di dunia itu diputuskan Mei silam oleh sebuah dewan. Dewan ini dibentuk sebagai bagian dari perjanjian perdamaian antara gerilyawan Maois dan partai-partai utama. Keduanya menyatukan kekuatan untuk menentang Gyanendra setelah merebut kekuasaan langsung di Nepal.
Gyanendra naik takhta pada Juni 2001, setelah pembantaian di Istana dimana sebagian besar anggota keluarga kerajaan dibunuh. Penembakan membabi-buta dilakukan putra mahkota ketika itu yang sedang mabuk akibat minuman keras dan narkotik dan obat-obatan berbahaya. Dia marah karena dilarang menikahi wanita yang dicintainya. Pangeran itu kemudian bunuh diri.(BOG/ANTARA)